RI-Aljazair Kerja Sama, Buka Pintu Investasi bagi Perusahaan Energi Indonesia

2 hours ago 1

Alger -

Indonesia dan Aljazair terus meningkatkan kerja sama diplomatik. Aljazair kini membuka peluang lebih luas bagi perusahaan energi Indonesia untuk berinvestasi di sektor migas.

Hal ini mengemuka dalam dua pertemuan antara Duta Besar RI untuk Aljazair, Yusron Bahauddin Ambary dengan Menteri Negara sekaligus Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair, Mohamed Arkab dan Presiden National Agency for the Valorization of Hydrocarbon Resources (ALNAFT) Abdelkader Cherfaoui.

"Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian diplomasi energi KBRI Alger untuk memperkuat kerja sama Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Arkab dan Presiden ALNAFT menegaskan bahwa Indonesia merupakan mitra strategis Aljazair di sektor energi," tulis keterangan KBRI Alger, Selasa (22/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keduanya juga mendorong Pertamina untuk terus memperluas operasinya di Aljazair serta menyampaikan apresiasi atas kinerja Pertamina di negara tersebut. Namun, peluang investasi yang dibuka Aljazair tidak hanya ditujukan kepada Pertamina.

Menteri Arkab juga mengundang perusahaan-perusahaan swasta migas Indonesia untuk turut berinvestasi di Aljazair. Ia menyambut baik keikutsertaan Pertamina dalam Algeria Bidding Round 2026 dan berharap lebih banyak perusahaan energi Indonesia dapat berpartisipasi dalam Bidding Round 2027.

Menteri Arkab juga mengundang Menteri ESDM RI bersama jajaran BUMN dan perusahaan energi Indonesia untuk melihat langsung potensi ladang migas dan sumber energi lainnya di Aljazair. Undangan tersebut sekaligus dapat menjadi bagian dari tindak lanjut MoU Kerja Sama Energi Indonesia-Aljazair yang ditandatangani pada Desember 2023 di Aljir.

Kedua pihak juga membahas usulan penyelenggaraan Joint Commission in Hydrocarbons atau format pertemuan lain yang disepakati bersama untuk dan mendorong implementasi kerja sama energi kedua negara.

Selain migas, peluang kerja sama juga terbuka pada sektor sumber daya strategis lainnya. Aljazair memiliki proyek fosfat strategis di Bled El Hadba dan Bir El Ater, Provinsi Tebessa. Dengan total cadangan fosfat nasional yang diperkirakan mencapai sekitar 2,2 miliar ton, sektor ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Indonesia dan Aljazair.

Bagi Indonesia, berbagai peluang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat akses terhadap sumber daya strategis sekaligus mendukung ketahanan pangan dan energi nasional, sejalan dengan semangat Asta Cita. Penguatan kerja sama dengan Aljazair juga membuka ruang bagi perusahaan Indonesia untuk memperluas investasi dan kehadirannya di Afrika Utara.

(wnv/zap)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |