Polisi Periksa Tetangga Siram Air ke Warga Mau Salat di Tangerang

5 hours ago 4

Jakarta - Aparat Polsek Pasar Kemis memeriksa tetangga yang diduga menyiram air ke warga yang hendak salat di Kutabaru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Polisi meminta keterangan terkait dugaan penganiayaan yang dilaporkan, serta peristiwa penyiraman air tersebut.

"Keduanya dimintai klarifikasi mengenai peristiwa tersebut sekaligus terkait laporan dugaan kekerasan yang disebut dialami oleh A," kata Kapolsek Pasar Kemis AKP Humaedi, Rabu (3/6/2026).

Humaedi menjelaskan, berdasarkan keterangan keduanya, peristiwa dugaan kekerasan tersebut terjadi pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu, A bersama istrinya sedang tidak berada di rumah.

Namun, saat mengecek CCTV melalui ponsel, tampak beberapa orang berada di pos RT yang lokasinya tidak jauh dari rumah A. Tak lama kemudian, A dan istrinya pulang.

Setibanya di rumah, saat A hendak membuka pagar, beberapa orang menghampiri lalu mengajak A ke pos RT. Namun, A menolak ikut karena saat itu tidak ada perangkat lingkungan.

"Berdasarkan pengakuan A, beberapa orang tersebut menarik leher A lalu membawa ke pos RT," ujar Humaedi.

Masih berdasarkan keterangan A, di pos RT, ia mengaku dicecar pertanyaan dan diminta mengakui telah menyuruh istrinya menyiramkan air ke jalan. Namun, A menolak karena merasa tidak melakukan hal tersebut.

"Menurut A, situasi lalu memanas dan terjadilah cekcok mulut," kata Humaedi.

A kemudian berinisiatif merekam peristiwa tersebut. Namun, salah seorang warga meminta agar kejadian itu tidak direkam. Menurut A, permintaan tersebut dibarengi dengan pukulan yang mengenai pelipis bawah mata sebelah kiri hingga ponselnya terjatuh.

"Atas peristiwa tersebut, A melapor ke Polsek Pasar Kemis," ujar Humaedi.

Humaedi menerangkan, peristiwa penyiraman itu sudah beberapa kali dimusyawarahkan. Namun, sejak A melaporkan dugaan kekerasan yang diklaim dialaminya, video penyiraman tersebut beredar di media sosial.

"Berdasarkan pengakuan A dan istri, air yang disiramkan ke jalan adalah air sabun bekas membersihkan lantai rumah," katanya.

Adapun alasan air tersebut disiramkan ke jalan, menurut A kepada polisi, adalah untuk mengurangi debu.

"Dalam peristiwa ini, kami masih melakukan proses penyelidikan untuk proses lebih lanjut," ujar Humaedi.

Diberitakan sebelumnya, dalam beberapa video terlihat rekaman CCTV yang menampilkan pemilik rumah, baik pria maupun wanita, menyiram air ke jalan saat jam-jam salat Magrib. Beberapa video juga menunjukkan ada orang yang terkena siraman.

Di salah satu video, terlihat seorang pria baru pulang dari salat lalu terkena siraman. Pria tersebut sempat menegur, namun tetangga itu justru memakinya.

Di video lain, disebut air yang disiramkan diduga merupakan air bekas mandi anjing dan air bekas lap kotoran anjing.

Dalam video yang disebut terjadi pada 30 Mei 2026 pukul 23.00 WIB, terlihat warga menggeruduk pasangan suami istri tersebut. Warga membawa mereka ke sebuah ruang pertemuan. Penyebabnya disebut karena ada salah seorang warga yang kembali terkena siraman.

(aik/ygs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |