Penampakan Kapal Induk Abraham Lincoln AS Jadi Kapal Karatan usai Mundur dari Perang Iran

5 hours ago 4

loading...

Penampakan kapal induk USS Abraham Lincoln Amerika Serikat penuh karat saat singgah di Thailand. Kapal induk ini ditarik mundur dari perang melawan Iran. Foto/Roya News

BANGKOK - Kapal induk USS Abraham Lincoln Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) tiba di Pelabuhan Laem Chabang, Thailand, pada hari Rabu dengan kondisi yang dipenuhi karat cukup parah dari haluan hingga buritan. Kondisi tersebut mengejutkan sejumlah pengamat setelah kapal tersebut menjalani pelayaran panjang yang berlangsung hampir tanpa jeda.

Foto-foto yang beredar memperlihatkan "running rust" atau "karat yang mengalir", cat yang aus dan mengelupas, serta penumpukan alga di sepanjang lambung kapal, garis air, tepian dek penerbangan, dan sponson. Kondisi ini sangat kontras dengan penampilannya yang jauh lebih bersih ketika kapal tersebut sempat singgah di Guam pada Desember lalu.

Baca Juga: Belum Usai Krisis USS Abraham Lincoln, AS Kerahkan Kapal Induk Theodore Roosevelt untuk Tekan Iran

Kapal induk tersebut meninggalkan pangkalannya di San Diego pada 21 November 2025 dan telah menghabiskan 286 hari di laut, sebagian besar dalam operasi berintensitas tinggi yang berlangsung terus-menerus.

USS Abraham Lincoln mendukung misi tempur dan blokade maritim terhadap Iran di Timur Tengah selama berbulan-bulan setelah dialihkan dari kawasan Pasifik. Kapal itu hanya melakukan beberapa kali persinggahan singkat di Guam dan Oman untuk mendapatkan pasokan.

Kapal induk biasanya melakukan kunjungan ke pelabuhan setiap 30 hingga 45 hari untuk menjalani perawatan dan memberikan waktu istirahat bagi para awaknya. Namun, periode pelayaran USS Lincoln jauh melampaui rekor-rekor modern, termasuk lebih dari 200 hari berturut-turut tanpa kunjungan pelabuhan penuh yang memberikan kesempatan awak untuk beristirahat dan turun dari kapal.

Para pakar mengatakan korosi atau karat tersebut merupakan hal yang wajar setelah kapal terpapar air laut dalam waktu lama tanpa kesempatan perawatan besar, terutama ketika berada dalam kondisi operasi tempur.

"Karat di sepanjang garis air bukanlah sesuatu yang tidak biasa pada kapal yang telah menjalani operasi terus-menerus di laut selama 60 hari atau lebih," kata pakar Angkatan Laut, Carl Schuster, kepada CNN, yang dilansir Jumat (4/9/2026).

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |