Pengemudi Toyota Calya inisial HM (25) diamankan setelah berkendara ugal-ugalan dengan melawan arah hingga menabraki sejumlah kendaraan di Gunung Sahari, Jakarta Pusat (Jakpus). Warga bercerita pemobil itu justru bengong membisu saat diamankan di lokasi.
"(Sopir) masih tetap di kemudinya. Nggak, saya lihat sendiri, nggak ada dia perlawanan. Ngomong bicara pun sekali sama orang apa, nyebut apa-apa nggak. Jadi dia kayak orang gimana ya, kayak orang kesima ya, bengong, syok gitu ya," kata Wawa (53), warga RT 10 RW 04, Kelurahan Pasar Baru, saat ditemui di lokasi, Kamis (26/2/2026).
Wawa menyebut pengemudi mobil itu langsung diamankan pihak kepolisian. Sementara itu, tiga penumpangnya dibawa polisi ke mobil patroli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wawa mengatakan penumpang wanita yang duduk di kursi depan terlihat santai meski situasi di lokasi sudah ricuh. Namun, kata Wawa, penumpang wanita di kursi belakang panik saat massa berkerumun di lokasi.
Saksi bernama Wawa (53), warga RT 10 RW 04, Kelurahan Pasar Baru, Jakarta Pusat. (Taufiq S/detikcom)
"Tapi, yang saya aneh, yang perempuannya nggak ada rasa kayak takut atau apa, yang perempuan santai, main HP. Di mobil polisi main HP. Ini orang kayaknya santai amat ya, gitu loh. Nggak ada syok apa gitu, kelihatan santai," tuturnya.
Warga lain, Frangky (58), menyaksikan langsung insiden itu. Saat sedang bersantai di pos pinggir Kali Ciliwung, dia kaget mendengar suara tembakan peringatan itu, dan langsung bergegas mendekati lokasi.
"Nah, tiba-tiba ada keramaian, terus ada tembakan polisi buang tembakan. Wah, ini ada apaan nih? Kita pada lari ke sana gitu," kata Frangky.
Saat tiba di lokasi, dia melihat massa sudah melempari dan memukuli mobil hitam tersebut. Frangky, yang berada di lokasi, langsung ikut menahan massa agar tidak menarik keluar pengemudi dan penumpang.
"Posisinya sudah terjepit seperti itu, ya sementara kan itu massa udah banyak. Ya pokoknya antusias saya sebagai warga intinya jangan sampai ada korban jiwa, apalagi kekerasan. Intinya melindungi juga gitu, melindungi, jangan sampai diamuk massa," jelasnya.
Pemicu Pemobil Ugal-ugalan
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada Rabu (23/2) sore. Polisi menduga HM ingin kabur karena takut didapati adanya sejumlah nomor pelat palsu dan senjata tajam di dalam mobil.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin mengungkap mobil tersebut menyimpan 4 pasang pelat yang berbeda termasuk yang sedang digunakan. Pihaknya juga menemukan senjata tajam di dalam mobil.
"Dari fakta yang kita temukan, jadi di dalam mobil itu ditemukan ada empat, tiga pasang ditambah satu yang terpakai, jadi total ada empat pasang pelat berbeda. Di dalam mobil itu. Kemudian juga ditemukan ada dua senjata tajam, satu senpi mainan," kata Komarudin, Kamis (26/2).
Hal tersebutlah yang kemudian diduga menjadi pemicu pengemudi melarikan diri. Pengemudi secara ugal-ugalan menerobos jalan yang sedang penuh kendaraan dengan melawan arah. Sejumlah kendaraan pun ditabrak-tabraki pelaku.
"Kemungkinan, kemungkinan-kemungkinan seperti itu. Berarti ya tidak lazim ya dengan kondisi Jakarta yang sedemikian ngelawan arus. Ada tiga ruas jalan yang diterobos lawan arah," ucapnya.
Kini HM telah ditetapkan sebagai tersangka. Pelaku dijerat dengan Pasal 311 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).
"Kalau untuk kasus lantasnya sendiri pelaku kita kenakan pasal 311 ayat 1, 2, 3, mengendarai kendaraan dengan cara yang membahayakan keselamatan pengendara jalan lain. Kalau sampai ayat 3 ancamannya sampai 4 tahun penjara," ujar Komarudin.
Saksikan Live DetikSore :
Tonton juga video "Saksi Ungkap Ada Balita dalam Mobil yang Ugal-ugalan di Jakpus"
(tsy/wnv)

















































