Pandeglang -
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang mengecek rumah Nenek Sanami (75), yang tidak layak huni. Pemkab Pandeglang mengatakan saat ini pihaknya sedang mengumpulkan data agar rumah Nenek Sanami segera mendapat bantuan pemerintah.
"Kami tim Bidang Perumahan DPKPP sudah berkunjung atau mengecek ke lokasi," kata Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Pandeglang Ade Taufik Rahmansyah, Kamis (20/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ade mengatakan dalam kesempatan itu, tim juga mengumpulkan administrasi pendukung untuk melakukan perbaikan rumah. Rencananya perbaikan rumah akan diusulkan melalui program Bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS).
"Untuk penanganan tentunya perlu waktu, kami usulkan melalui program BSPS," kata Ade.
Ade menjelaskan perihal bantuan dari pendanaan yang bersumber dari APBD, saat ini belum bisa direalisasikan karena tengah berjalan. Menurutnya, pengajuan bantuan yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Banten, dan pusat kemungkinan bisa juga dilakukan.
"Karena sekarang APBD juga sedang berjalan, bisa saja nanti usulannya ke APBD (Pemkab), APBD Provinsi atau ke APBN," pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, Nenek Sanami (75) terpaksa tinggal di rumah yang hampir ambruk selama 3 tahun terakhir. Sanami terkadang terpaksa puasa karena tidak ada uang untuk membeli makan.
Sanami adalah warga Kampung Baitul Mumin, Desa Cimoyan, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten. Dia tinggal seorang diri di rumah yang tak layak huni itu.
"Sudah hampir tiga tahun tinggal di rumah begini," kata Sanami, Rabu (19/8).
Sanami tinggal di rumah yang hanya tersisa tempat layak di bagian dapur. Atap di bagian samping rumah tampak sudah ambruk, tembok huniannya juga mulai rapuh dimakan usia.
Kondisi itu sangat membuatnya cemas karena rumah yang ia tinggal sewaktu-waktu bisa roboh. Jika kondisi cuaca ekstrem, ia mengaku terpaksa mengungsi ke rumah tetangga untuk melindungi diri.
"Hujan, petir, Ibu nginep di rumah orang," katanya.
Lihat juga Video 'Pria di Pandeglang Bakar Rumah Sendiri Diduga karena Depresi':
(zap/zap)

















































