Jakarta -
Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS Mardani Ali Sera merespons potensi efisiensi aparatur sipil negara (ASN) seiring perkembangan teknologi artificial intelligence (AI). Mardani mengatakan berbahaya kalau sampai ASN dikurangi karena kehadiran AI.
Ia awalnya mengakui AI pasti membantu kinerja ASN. Namun, kata dia, ASN harus dibekali pengetahuan untuk memanfaatkan AI tersebut.
"AI dapat membantu, tapi ASN kita perlu dibekali agar dapat tumbuh berkembang dan dapat menggunakan perangkat teknologi baru termasuk AI," kata Mardani saat dihubungi, Rabu (26/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mardani lalu bicara terkait potensi pengurangan ASN karena kehadiran AI. Ia menyebut hal tersebut perlu ditimbang lebih jauh.
"Apakah akan mengurangi jumlah ASN? Mesti ditimbang dengan seksama. Harus ada roadmap yang jelas agar ASN kita tetap optimal. Ada pelatihan dan pendampingan," ucap dia.
Mardani menilai berbahaya kalau sampai kehadiran AI jadi mengurangi ASN. Dia menyinggung kondisi ekonomi saat ini.
"Pengurangan ASN tanpa disertai dengan rencana matang berbahaya. In this economy, berat bagi ASN mencari pekerjaan baru," ujar dia.
Sebelumnya, Kepala LAN Muhammad Taufik mengatakan pihaknya telah melakukan transformasi pengembangan kompetensi ASN. Salah satu fokusnya ialah meningkatkan kompetensi ASN dengan pembelajaran di bidang AI.
"Capaian pelaksanaan transformasi pengembangan kompetensi selama kurang lebih hampir 2 tahun ini dilakukan dengan bagaimana melakukan transformasi memperkuat ekosistem pembelajaran yang melibatkan berbagai pihak, termasuk banyak start-up-start-up teknologi terkait private sector yang bergerak di bidang terutama kita ingin memperkuat pengembangan kompetensi di bidang AI," kata Taufik.
Dia membeberkan LAN bekerja sama dengan berbagai perusahaan teknologi, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk meningkatkan kompetensi ASN.
"Kita tidak hanya apa partner dari apa dalam negeri, tapi juga luar negeri, ya. Tidak hanya pemerintah, tapi juga dari swasta, seperti Microsoft, Google, ada Amazon Web Services, dan seterusnya," ujarnya.
"Dan ini kita harapkan memudahkan bagi ASN belajar secara berdampak, belajar yang betul-betul kemudian berorientasi pada outcome," imbuhnya.
(maa/knv)















































