Acara peragaan busana (fashion show) digelar di Kantor Kelurahan Kemanggisan, Jakarta Barat (Jakbar). Fashion show yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI itu menampilkan busana-busana yang dibuat dari sampah daur ulang. Kreatif!
Pantauan detikcom di lokasi, Senin (24/8/2026), para peserta yang terdiri dari emak-emak, para pemuda, hingga anak-anak terlihat sudah mengenakan busana yang dibuat dari sampah daur ulang tersebut. Para peserta tampak menghias sampah tersebut dengan berbagai tema, dan mayoritas dibalut dengan warna bendera Indonesia: Merah Putih.
Para peserta yang mengikuti lomba tersebut terlihat antusias saat nama mereka dipanggil untuk tampil di cat walk. Beberapa di antaranya tampak juga menari saat panitia memutar lagu yang mengiringi penampilan mereka, dan disambut riuh dan tawa para penonton yang hadir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lurah Kemanggisan, Tubagus Rafiudin, mengatakan acara ini merupakan salah satu implementasi untuk melaksanakan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah. Karena bertepatan dengan Hari Kemerdekaan, Kelurahan Kemanggisan kemudian mempunyai ide untuk melakukan lomba tersebut.
Para peserta tampak menghias sampah tersebut dengan berbagai tema, dan mayoritas dibalut dengan warna bendera Indonesia: Merah Putih. (Adhfar AS/detikcom)
"Terinspirasi bagaimana terkait Ingub Nomor 5 Tahun 2026. Momennya pas 17-an Kemerdekaan ini, kita selenggarakan dengan memeriahkan pelaksanaan kegiatan ini," jelas Rafiudin ditemui di lokasi.
Rafiudin mengatakan dengan adanya acara ini, warga diharapkan mengetahui cara memanfaatkan sampah. Dia mengatakan warga antusias untuk mengikuti lomba ini.
"Biar masyarakat itu tahu animonya bagaimana sampah itu jangan sampai dibuang, bisa jadi baju, bisa jadi tas, bisa jadi yang lainnya. Ini sesuai kebutuhan gitu, kan. Jadi alhamdulillah ini excited banget acaranya," kata dia.
Rafiudin mengatakan para warga mengumpulkan sampahnya secara mandiri dari rumah masing-masing. Bahan-bahan seperti botol hingga kertas bekas diolah untuk dijadikan kostum.
"Kalau sampah terkait masyarakat sendiri yang mengumpulkan. Contoh kayak botol, kayak tadi tutup, kertas-kertas, dan lain-lain, mereka yang sendiri yang mengumpulkan di rumahnya masing-masing," imbuhnya.
Dengan adanya acara peragaan busana dari sampah daur ulang ini, warga diharapkan mengetahui cara memanfaatkan sampah plastik. (Adhfar AS/detikcom)
Acara tersebut turut dihadiri Wali Kota Jakbar, Iin Mutmainah. Dia mengapresiasi Kelurahan Kemanggisan yang ikut mengimplementasikan Ingub tentang pengolahan dan pemilahan sampah tersebut.
"Kita dalam mengimplementasikan Ingub 5 2026, Bapak Gubernur (Pramono Anung) ingin memastikan bahwa masyarakat sudah melakukan pemilahan dan pengolahan sampah. Bahkan di sini sudah ada 3R tadi ya, berarti ada reuse, reduce, dan recycle. Di mana sampah anorganik yang bisa dilakukan daur ulang bisa menjadi juga barang-barang yang berguna, bermanfaat, dan bahkan tadi bisa jadi fashion show," kata Iin.
"Ini menjadi suatu hal yang menarik dan menggugah kreativitas baik dari orang tua, kemudian tadi ibu-ibu, ada anak remaja, anak sekolah, anak kecil pun bahkan jadi tahu bagaimana memperlakukan sampah anorganik," sambungnya.
(jbr/jbr)

















































