Seorang pria di Pelalawan, Riau ditangkap polisi setelah merekayasa kematian wanita inisial S (46). Pria bernama Jamal atau JA ini membunuh korban karena kesal ditolak berhubungan badan.
Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Selasa (11/8/2026) malam, di kontrakan tersangka di Jalan Markisa, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Korban sendiri baru ditemukan pada Rabu (12/8/2026) siang setelah tersangka Jamal membuat skenario seolah-olah dia menemukan korban bunuh diri.
Tersangka Jamal membuat sandiwara seakan-akan korban bunuh diri karena stres bertengkar dengan suaminya. Untuk memuluskan skenarionya itu, Jamal sengaja mengunci kamar kontrakan dari dalam lalu dia keluar melalui jendela.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, meski sepandai-pandainya Jamal menutupi kebusukannya, akhirnya tercium juga. Jamal tak bisa mengelak lagi setelah penyidik Polsek Pangkalan Kerinci menemukan sejumlah bukti.
Awal Mula Kejadian
Diketahui, Jamal dan korban S itu merupakan teman saat keduanya sama-sama bekerja di rumah makan. Selasa siang, (11/8), S datang menemui Jamal di cuci steam motor tempatnya bekerja.
"Korban ini datang menemui pelaku di tempat kerjanya. Korban bilang 'Pinjam dulu kunci rumahmu lah, kakak mau istirahat. Kakak bertengkar sama abangmu (suami korban)'. Dikasih lah kunci itu ke korban saat itu," ujar Kompol Shilton, dalam keterangannya, Jumat (14/8).
Jamal kemudian memberikan kunci kontrakan kepada S. Hingga kemudian menjelang malam hari, Jamal ditelepon oleh S yang memintanya membelikan air mineral.
"Sekira pukul 21.00 WIB, pelaku ditelepon oleh korban memintanya untuk membelikan air mineral," imbuhnya.
Pelaku Kesal Ajakan Berhubungan Badan Ditolak
Setibanya di kontrakan tersebut, pelaku memberikan air mineral tersebut kepada korban. Di saat itu juga, pelaku mengajak korban untuk berhubungan intim, padahal pelaku tahu bahwa korban sudah bersuami.
"Melihat kondisi korban lagi galau, pelaku mengajak korban berhubungan intim, namun korban menolak dan marah," lanjutnya.
Korban Dicekik dan Sekarat
Menurut pengakuan Jamal kepada polisi, korban saat itu marah sambil berteriak-teriak di rumah kontrakannya tersebut. Jamal merasa melu kepada tetangga dan berusaha menenangkan korban.
"Namun, korban tidak berhenti marah-marah lalu pelaku langsung mencekik leher korban sehingga korban tidak bergerak lagi," ungkapnya.
Setelah itu, Jamal meninggalkan korban dalam kondisi sekarat. Malam itu dia tidur di tempat cuci motor tempatnya bekerja dan kembali ke kontrakannya, pada Rabu (12/8) siang dengan mengajak temannya inisial J.
Rekayasa Bunuh Diri
Di sinilah Jamal mulai membuat sandiwara. Sandiwara itu dimulai saat ia mendatangi kamar kontrakannya yang dalam keadaan terkunci dari luar.
"Jadi saat dia pergi dari kontrakan itu, dia mengunci rumah kontrakan dari luar. Setelah itu dia keluar melalui jendela dan kunci dilempar ke dalam kontrakan. Jadi seakan-akan korban terkunci dari dalam," jelasnya.
Kembali lagi ke lokasi kejadian saat Jamal tiba. Dia memulai sandiwara dengan seakan-akan memanggil korban dan menggedor-gedor pintu.
Tetangga kontrakan, wanita inisial P yang mendengar hal itu kemudian mengirimkan pesan WhatsApp kepada Jamal dan memberi saran untuk mendobrak pintu kontrakan. P merasa khawatir mungkin korban dalam keadaan pingsan.
Saat saksi keluar kamar kontrakan, dia mendapati Jamal tengah mencongkel pintu. Saat itulah saksi melihat korban tergeletak dengan mata terbelalak.
Saksi sempat menanyakan kepada Jamal apakah korban dalam keadaan pingsan. Jamal seolah mengecek lalu menyampaikan bahwa korban telah meninggal.
"Selanjutnya Jamal melaporkan kejadian tersebut kepada Pak RT dan tetangga sekitar rumah. Kemudian Ketua RT menghubungi 110 dan melaporkan kejadian tersebut," ungkapnya.
Jamal sempat mengelabui polisi dengan memberikan keterangan palsu. Jamal menyebut bahwa korban bunuh diri karena depresi, padahal dia bunuh.
"Hasil penyelidikan kami, pelaku ini membuat sandiwara seakan-akan korban ini stres bunuh diri akibat masalah dengan suaminya," imbuhnya.
Jamal sempat berbelit-beli saat dimintai keterangan. Setelah bukti-bukti didapatkan polisi, Jamal pun akhirnya tidak bisa mengelak lagi.
"Pelaku waktu kita amankan pertama kali keterangannya selalu berubah-ubah. Alibinya banyak bertolak belakang dengan para saksi lain dan alat bukti CCTV yang kita punya. Tapi setelah keluar hasil autopsi Biddokes Polda Riau Kamis pagi kemarin, pelaku sudah tidak bisa mengelak lagi," pungkasnya.
(mea/lir)
















































