Kakorlantas Perkuat Penegakan Hukum Digital, Tekankan Pelayanan-Transparansi

2 hours ago 3

Bogor - Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho membuka Pelatihan Petugas Operator ETLE Tahun Anggaran 2026. Dalam arahannya, Irjen Agus menegaskan bahwa penguatan penegakan hukum digital melalui ETLE adalah langkah krusial untuk menciptakan transparansi dan mengangkat kembali 'Roh Polantas' sebagai pelayan masyarakat.

Agenda Pelatihan Operator ETLE Tahun Anggaran 2026 digelar di Ole Suites Sentul, Jawa Barat, pada 27 hingga 29 April 2026. Selain Irjen Agus, hadir pula dalam agenda ini Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Faizal.

Pelatihan ini digelar untuk memastikan seluruh operator di jajaran polda memiliki kompetensi yang mumpuni dalam mengelola sistem penindakan elektronik. Irjen Agus mewanti-wanti agar kecanggihan teknologi ini tidak disalahgunakan dan meminta pengawasan ketat terhadap integritas petugas di lapangan.

"Lompatan digital penegakan hukum kita menggunakan ETLE. Saya minta Pak Dirgakkum, kalau main-main ETLE, copot! Ya, jangan kita mengecilkan institusi kita. Mari kita besarkan sebagai pelindung, pengayom, pelayan masyarakat," tegas Irjen Agus.

Untuk menjamin transparansi dan menghilangkan praktik transaksional di jalan, Kakorlantas menetapkan porsi penggunaan teknologi yang dominan dalam setiap penindakan pelanggaran lalu lintas.

"Sembilan puluh lima persen penegakan hukum itu harus menggunakan ETLE. Lima persen Anda bisa melakukan tilang. Tilang itu penting, ya tilang itu senjata kita. Tetapi pandangan sekarang dengan era digital, dengan era modern, itu sudah berbeda untuk melakukan penegakan tilang. Saya tidak mau ada transaksional karena tilang," jelasnya.

Selain aspek teknologi, Irjen Agus menyoroti pentingnya perubahan perilaku personel di lapangan melalui program Polantas Menyapa dan Melayani. Ia menekankan bahwa pendekatan hukum saat ini harus lebih mengedepankan empati dibandingkan sekadar sanksi administratif.

"Di situ ada empati, ada sapa, semuanya menjadi sahabat kita. Lebih baik itu, daripada Anda menilang, belum tentu rasa keadilan diterima dan bahkan mungkin ada kebencian ketika pelanggar itu ditilang," paparnya.

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho membuka Pelatihan Petugas Operator ETLE Tahun Anggaran 2026.Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho membuka Pelatihan Petugas Operator ETLE Tahun Anggaran 2026. Foto: (Dok Istimewa)

Langkah digitalisasi ini merupakan bagian dari penjabaran visi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenai Beyond Trust Presisi. Irjen Agus mengingatkan jajarannya bahwa Polantas adalah wajah Polri yang paling sering berinteraksi dengan warga.

"Pak Kapolri hanya satu kata saja: layani masyarakat dengan ikhlas, rangkul masyarakat, silaturahmi dengan masyarakat, dan masyarakat itu akan taat kepada aturan yang kita sampaikan ke masyarakat. Rubahlah, Anda melayani bukan untuk dilayani," kata Irjen Agus.

Menutup arahannya, Kakorlantas berharap penguatan ETLE ini mampu menurunkan angka pelanggaran dan mendisiplinkan pengguna jalan demi keselamatan bersama. Agenda ini juga diharapkan mampu mencetak operator ETLE yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mendorong penegakan hukum lalu lintas yang lebih modern, transparan, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia. (rdp/hri)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |