Jakarta -
ISI Solo melalui Tim Komite Etik Mahasiswa bekerja sama dengan Satgas PPKPT tengah melakukan investasi viral mahasiswa Moshing di Pendopo Ageng. ISI Solo juga akan memberikan sanksi kepada mahasiswa tersebut.
Rektor ISI Solo Bondet Wrahatnala menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas kejadian dalam penutupan Expo UKM ISI Solo pada Jumat (21/8) malam. Dia memastikan pihaknya akan memberi sanksi kepada pihak yang terlibat.
"Saya selaku rektor, mohon maaf apabila memang kemarin kejadian itu menjadi seperti itu. Menjadi viral, dan kemarin sudah diklarifikasi secara lengkap," kata Bondet, saat konferensi pers di Rektorat ISI Solo, Senin (24/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga tidak menutup kemungkinan untuk memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang terlibat atas dasar keputusan dari Komite Etik Mahasiswa. Kami punya peraturan di sini, yang harus melibatkan Komite Etik Mahasiswa dan juga Satgas PPKPT yang akan berkolaborasi, dan nantinya memberikan sanksi-sanksi terkait perilaku mahasiswa yang dianggap melanggar," imbuhnya.
Dia mengatakan Tim Komite Etik Mahasiswa sudah ada, namun pembentukan anggotanya akan dilakukan peninjauan kembali sesuai jabatan yang berlaku, dengan unsur kaprodi, pembimbing akademik, dan pimpinan fakultas. Dari informasi yang beredar, dia mengatakan kejadian itu ditengarai ada dua mahasiswa ISI Solo, dan satu mahasiswa dari luar ISI Solo.
"Kita akan berkolaborasi (dengan Komite Etik Mahasiswa dan Satgas PPKPT) untuk menentukan sanksi apa yang akan diberikan kepada terduga pelaku. Karena kita punya Komite Etik, kita tidak bisa hari ini juga langsung memberikan sanksi, karena kita ada tata aturan yang harus dipatuhi, sehingga semua harus berjalan sesuai prosedur. Insyaallah akan kita segerakan sehingga apa yang mereka lakukan, konsekuensinya bisa segera dirasakan," jelasnya.
Bondet mengatakan, Pendopo Ageng ISI Solo merupakan tempat yang sakral karena filosofinya, yakni empan papan, empan wektu, empan tata, dan empan roso. Selain itu, Pendopo Ageng juga digunakan untuk lokasi seni pertunjukkan.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa terjadi, pihaknya juga akan melakukan sejumlah langkah preventif. Seperti melaksanakan Studium General, memberikan penguatan pada mata kuliah terkait nilai budaya, dan melakukan evakuasi menyeluruh terkait aktivitas kemahasiswaan.
Baca selengkapnya di sini.
(dek/idh)

















































