Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI sekaligus anggota Komisi VI DPR Sarmuji menyampaikan duka mendalam atas peristiwa kecelakaan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi. Sarmuji mendesak peristiwa itu diusut tuntas.
"Fraksi Partai Golkar DPR RI mendorong seluruh pihak terkait untuk bertindak cepat, transparan, dan akuntabel dalam menangani dampak kecelakaan ini serta dalam mengusut penyebabnya secara tuntas," kata Sarmuji kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).
Sarmuji juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi perkeretaapian nasional. Hal itu, bertujuan agar kejadian serupa tak terulang kembali.
"Peristiwa ini harus menjadi pelajaran penting. Evaluasi total terhadap sistem operasional, manajemen keselamatan, dan pengawasan harus segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang," ujar Sarmuji.
Sekjen Golkar ini menyampaikan dukungan penuh kepada seluruh korban. Dia berharap para korban segera mendapatkan penanganan terbaik.
"Kami menyampaikan simpati dan dukungan yang tulus kepada para korban. Keselamatan dan pemulihan mereka harus menjadi perhatian utama semua pihak," ujarnya.
Sarmuji mengatakan pemerintah harus hadir maksimal dalam memberikan bantuan kepada para korban dan keluarga yang terdampak. Di antaranya, berupa perawatan medis dan santunan.
"Pemerintah harus memastikan seluruh korban dan keluarganya mendapatkan bantuan yang maksimal dan menyeluruh," tuturnya.
Kecelakaan tersebut terjadi pada Senin (27/4) malam. Total korban meninggal dunia akibat kecelakaan itu berjumlah 15 orang. Selain itu, ada puluhan orang yang terluka.
Kecelakaan terjadi saat KRL yang ditabrak sedang berhenti karena ada KRL lain yang tertemper taksi di perlintasan di Stasiun Bekasi Timur. Tabrakan keras mengakibatkan gerbong khusus wanita yang berada di belakang robek ditembus KA Argo Bromo.
Proses evakuasi korban kecelakaan kereta telah selesai. Seluruh korban yang dievakuasi berjenis kelamin perempuan.
Proses identifikasi jenazah juga telah selesai dilakukan RS Polri. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga masing-masing korban.
(amw/fca)

















































