Gempa NTT, Mendagri Minta Percepat Pendataan Sekolah & Rumah Ibadah Rusak

1 week ago 3

Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk mempercepat pendataan sekolah dan rumah ibadah yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal itu disampaikan Tito setelah melihat langsung salah satu masjid yang roboh di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pendataan tingkat kerusakan kedua fasilitas penting tersebut diperlukan sebagai acuan bagi kementerian terkait untuk bergerak cepat melakukan penanganan. Langkah itu juga diperlukan agar kebutuhan pendidikan dan rohani masyarakat di wilayah terdampak bencana tetap terpenuhi.

"Pak Bupati, tolong, Pak didatakan juga sekolah-sekolah dan rumah ibadah, berapa jumlah SD, SMP, SMA, atau PAUD. Setelah itu, tingkat kerusakannya ringan, sedang, berat. Secepat mungkin, makin cepat didata, makin cepat juga kita bergerak," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026). .

Berdasarkan pengalaman penanganan bencana sebelumnya, Tito menyebut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) termasuk yang sigap menangani persoalan pendidikan di wilayah terdampak bencana.

Ia kemudian menceritakan penanganan pascabencana tanah longsor yang menerjang Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Saat itu, sebanyak 4.922 sekolah mengalami kerusakan, namun saat ini sebagian besar bangunan sekolah telah direhabilitasi dan direkonstruksi.

"Di Sumatera itu 4.922 sekolah yang rusak. Itu sebagian besar sudah 80-90 persen sudah jalan semua operasional (rehabilitasi dan rekonstruksi)," jelasnya.

Sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat, Tito memastikan pemerintah pusat sangat peduli terhadap keberlanjutan pendidikan para siswa di wilayah yang terdampak bencana. Jika bangunan sekolah mengalami kerusakan berat, Kemendikdasmen dapat mengirimkan tenda darurat sembari proses rehabilitasi bangunan yang rusak dilakukan.

"Tapi yang utama kita harus mikirin gimana caranya agar proses belajar-mengajarnya tetap berjalan. Nah, itu di Kemendikdasmen mereka sudah punya peralatannya. Ya tendanya, kursi lipatnya, segala macam supaya bisa berjalan," tuturnya.

Setelah berkeliling dan berinteraksi dengan penyintas gempa di posko pengungsian, ia juga menyambangi SMP Abdurrahman Wahid. Sekolah yang berada di Kecamatan Lamba Leda Utara tersebut menjadi salah satu sekolah yang mengalami kerusakan parah akibat gempa.

Di sekolah yang terletak di pesisir utara Manggarai Timur itu, Tito menyerahkan santunan pribadi secara langsung kepada pengurus sekolah.

Tonton juga video "BPOM Pastikan Keamanan Pangan dan Obat untuk Korban Gempa NTT"

(ega/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |