Fadli Zon Ungkap Rencana Pembangunan Museum Syekh Yusuf di Afrika Selatan

2 hours ago 4

Jakarta - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menggelar 'Peringatan 400 Tahun Kelahiran Syekh Yusuf Al-Makassari' sebagai momentum refleksi atas warisan intelektual dan perjuangan pahlawan lintas benua.

Peringatan empat abad Syekh Yusuf ini menjadi momentum bersejarah karena resmi masuk agenda UNESCO, sekaligus menegaskan pengakuan global atas pengaruh tokoh bangsa tersebut.

Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon, dalam sambutannya menekankan peran Syekh Yusuf sebagai pejuang paripurna. Menurutnya, Syekh Yusuf adalah sosok komplit yang menyatukan kekuatan pemikiran melalui 50 karya tasawuf dengan aksi fisik melawan penjajahan.

"Beliau adalah satu-satunya tokoh yang menyandang gelar Pahlawan Nasional di dua negara, Indonesia dan Afrika Selatan. Di tanah Banten inilah beliau mengabdi sebagai mufti sekaligus menantu Sultan Ageng Tirtayasa," ujar Menbud Fadli dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).

Lebih lanjut, Fadli juga menyampaikan pengumuman strategis mengenai diplomasi kebudayaan.

"Kementerian Kebudayaan tengah merintis pendirian Museum Syekh Yusuf yang akan berfungsi sebagai Rumah Budaya Indonesia di Cape Town, Afrika Selatan. Langkah ini telah dikoordinasikan dengan otoritas setempat serta Kementerian Luar Negeri, dan telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, kami berkomitmen mempercepat penetapan situs-situs di Banten Lama ini sebagai Cagar Budaya Nasional agar kelestarian living heritage seperti Masjid Agung ini tetap terjaga," tambahnya.

Rangkaian acara di halaman Masjid Agung Banten Lama ini diisi dengan berbagai program edukatif, mulai dari Diskusi Intelektual 'Syekh Yusuf: Dulu, Kini, dan Nanti' yang menghadirkan pakar seperti Prof. Oman Fathurahman dan Mukhlis PaEni, hingga aksi kolektif Khotmil Qur'an bil Kitabah atau penulisan mushaf Al-Qur'an oleh 500 santri.

Pengunjung juga dapat menyaksikan pameran manuskrip asli yang merupakan bagian dari UNESCO Memory of the World, serta menjelajahi ruang interaktif berbasis budaya. Peringatan ini ditutup dengan syahdu melalui pertunjukan musik religi oleh grup musik Debu serta pembacaan puisi kebangsaan oleh Ferry Sandi.

Melalui peringatan ini, Kementerian Kebudayaan berharap nilai-nilai moral dan semangat juang Syekh Yusuf Al-Makassari dapat terus menginspirasi generasi muda. Kegiatan ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan upaya memperkuat jati diri bangsa dan posisi strategis Indonesia dalam kancah diplomasi budaya internasional melalui narasi tokoh yang membawa "Fajar Islam" hingga ke ujung Afrika.

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 1.000 orang ini turut disaksikan oleh jajaran tamu kehormatan dari dalam dan luar negeri. Hadir jajaran korps diplomatik di antaranya Duta Besar Yaman, H.E. Salem Ahmed Abdulrahman Balfaqeeh, bersama perwakilan dari Kedutaan Besar Iran dan Malaysia di Jakarta. Hadir pula mewakili Gubernur Banten, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Politik dan Hukum, Zaenal Mutaqin; serta Wakil Ketua Ikatan Keluarga Syekh Yusuf Al Makassari, Hj. Takudaeng 'Keke' Parawansa; Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto; Kapolres Serang Kombes Pol. Yudha Satria mewakili Kapolda Banten; serta Wakil Rektor UNTIRTA Agus Sjafari. Dari jajaran internal, hadir Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerjasama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti, Inspektur Jenderal Fryda Lucyana, serta para Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri Kebudayaan. (akd/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |