Cerita Warga Lihat Mobil Ugal-ugalan di Jakpus: Udah Kayak Mainan Ditabrakin

2 days ago 3

Jakarta -

Pengemudi mobil hitam berinisial HM (24) melaju ugal-ugalan dan melawan arah hingga menabrak sejumlah kendaraan di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat (Jakpus). Warga sekitar yang menyaksikan insiden itu melihat mobil diamuk massa, dipukul helm hingga paving block.

Warga RT 10/RW 04 Pasar Baru, Jakpus, Frangky (58), mengatakan mobil yang ugal-ugalan sempat berhenti untuk berbalik arah di dekat Halte Pasar Baru Timur, lalu diamuk massa. Frangky, yang berada di lokasi, langsung menahan massa agar tidak menarik ke luar pengemudi dan penumpang.

"Posisinya sudah terjepit seperti itu, ya sementara kan itu massa sudah banyak. Ya pokoknya antusias, saya sebagai warga intinya jangan sampai ada korban jiwa, apalagi kekerasan. Intinya melindungi juga gitu, melindungi, jangan sampai diamuk massa," kata Frangky saat ditemui di sekitar lokasi, Kamis (26/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Frangky bergegas mendekati mobil itu lalu berdiri di samping pintu penumpang. Dia menahan amuk massa yang hendak menarik pengemudi dan penumpang keluar.

"Intinya saya juga ada di situ. Dan bilang jangan sampai diturunin dari kendaraan sama petugas polisinya. Kalau bisa langsung dibawa aja mobilnya, ya kan. Karena, kalau dikeluarin, pasti dimassa itu," jelasnya.

Di saat bersamaan, Frangky melihat ada dua penumpang lain di baris belakang. Dia menyebut ada seorang anak dan ibu.

"Di dalam mobil kalau setahu saya pengemudi satu, terus ada sebelahnya perempuan, yang dari belakang ada ibu-ibu bawa anak kecil deh dia keluar," ucapnya.

Frangky lalu bersama polisi membawa ibu, anak, dan satu penumpang perempuan untuk diamankan ke mobil patroli. Sementara itu, pengemudi tetap di dalam mobil diamankan oleh polisi.

"Kalau dikeluarin, udah itu nggak tahu bentuknya pasti ya. Massa pokoknya udah panas. Soalnya, itu motor sudah banyak, udah kayak di film, film Las Vegas. Gue bilang, gila nih orang kayak orang banyak duit nih. Udah kayak mainan gitu, ditabrak-tabrakin," katanya.


Kronologi

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada Rabu (23/2) sore. Kendaraan tersebut awalnya dipergoki petugas melaju secara ugal-ugalan di tengah kepadatan Jakarta di sore hari.

"Kemudian disuruh menepi petugas tapi tidak diindahkan, lalu petugas ikuti yang bersangkutan masuk ke arah jalan Gunung Sahari IV, jadi ini berputar masuk Gunung Sahari IV," jela Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin.

Bukannya mengurangi kecepatan, HM justru tancap gas mobilnya. Mobil tersebut melaju ugal-ugalan menyusuri jalanan dan akhirnya dikejar petugas.

"Di sana kemudian di jalan kecil itu kecepatan tinggi sempat terekam dashcam mobil patroli, dari sana kemudian belok kiri ke arah Bungur, masuk yang fatal itu saat masuk Gunung Sahari V, itu jalan one way, yang dari arah Pasar Baru ke Bungur itu satu arah, masuk ke sana banyak kendaraan yang hampir jadi korban karena banyak motor, dan masih kecepatan tinggi," paparnya.

Di perempatan Pasar Baru, HM masuk ke Jalan Budi Utomo secara melawan arah di jalur kanan. Petugas mengejar pelaku yang berkendara secara ugal-ugalan dan berkecepatan tinggi.

"Kemudian petugas berhenti di perempatan, di tengah jalan berputar lagi balik lagi ke perempatan, kemudian di perempatan belok kiri itu sudah dijaga petugas, hampir ditabrak anggota kami, kemudian belok ke arah Ancol disuruh berhenti tetep nggak mau," katanya.

Dari situ pelaku terus melaju ke arah Ancol dan dikejar petugas. Namun, tak jauh dari situ, pelaku menemui kemacetan hingga akhirnya kembali melawan arah dan menabrak-nabrak sejumlah kendaraan.

"Kemudian petugas tetap ikuti, begitu sampai arah Ancol di lampu merah Pintu Besi kemudian sedang kondisi lampu merah, di sana sedang ada antrean, mungkin dia terhalang antrean, tapi dia justru berputar balik lagi ke arah Pasar Baru, di jalur yang sama, bukan pindah jalur, nah itu terjadi sebagaimana terekam kamera," pungkasnya.

Tonton juga video "Kronologi Mobil Ugal-ugalan Diamuk Massa di Gunung Sahari"

(tsy/dek)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |