Bukan Sekadar Hafalan, LCC Empat Pilar MPR Jadi Kompas Generasi Emas 2045

5 hours ago 2

Jakarta - Kepala Biro Pengkajian Konstitusi, Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi MPR RI, Dyastasita WB menegaskan seluruh peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI merupakan calon pemimpin masa depan Indonesia. Menurutnya, ajang ini bukan sekadar kompetisi pengetahuan, melainkan upaya strategis untuk memperkuat jiwa nasionalisme generasi muda di tengah arus perubahan zaman yang masif.

"Hari ini saya tidak hanya melihat peserta lomba. Saya melihat calon-calon pemimpin masa depan Indonesia. Kalian adalah generasi yang kelak akan menentukan arah bangsa apakah tetap kokoh dalam nilai-nilai kebangsaan atau justru tergerus oleh perubahan zaman. Masa depan itu sangat bergantung pada kalian semua," ujar Dyastasita dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).

Hal itu ditegaskan dalam pembukaan LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Hotel Soll Marina, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung.

Dyastasita juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta para kepala sekolah, guru pembina, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan ajang ini berlangsung hingga di babak final tingkat provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dyastasita mengaku bangga kepada sembilan sekolah yang terseleksi, sebab mereka berjuang hebat dalam penyeleksian tingkat kabupaten/kota yang berhasil mengalahkan ratusan sekolah, hingga terseleksi sebanyak sembilan sekolah di tingkat provinsi.

"Para peserta yang hadir hari ini merupakan hasil seleksi terbaik dari seluruh kabupaten/kota. Artinya, kalian tidak hanya mewakili sekolah, tetapi juga mewakili generasi terbaik dari daerah masing-masing. Dari ratusan sekolah yang berpartisipasi, hanya sembilan tim terbaik yang berdiri di sini hari ini. Ini adalah prestasi yang patut dibanggakan," kata Dyastasita.

Meski begitu, Dyastasita menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar soal menang atau kalah, namun tentang keberanian untuk tampil berbicara, serta keberanian untuk mengungkapkan ide dan gagasan.

"Ini juga tentang komitmen untuk terus belajar dan memahami nilai-nilai kebangsaan. Bangsa ini tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang berkarakter dan berjiwa Indonesia," tegas Dyastasita.

Dyastasita juga menekankan Empat Pilar MPR RI ini bukan sekadar hafalan. Mulai dari Pancasila bukan hanya teks, tetapi harus hidup dalam sikap sehari-hari. Termasuk Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 bukan sekadar pasal, tetapi landasan dalam memahami hukum dan keadilan.

Selanjutnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) juga bukan hanya bentuk negara, tetapi komitmen untuk menjaga persatuan. Termasuk Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan, tetapi cara hidup untuk saling menghormati dan memahami keberagaman.

Dyastasita melihat bahwa provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi sumber daya manusia yang besar. Dengan jumlah generasi muda usia SMA sekitar 120 ribu jiwa, ini merupakan modal penting dalam membangun masa depan.

"Hari ini kita melihat sebagian dari generasi terbaik tersebut calon generasi emas Indonesia 2045. Namun, di tengah arus informasi yang begitu cepat dan dinamika zaman yang terus berubah, generasi muda menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, nilai-nilai kebangsaan harus menjadi kompas utama agar kita tidak kehilangan arah sebagai bangsa," papar Dyastasita.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Saipul Bakhri menyampaikan apresiasi luar biasa atas penyelenggaraan LCC Empat Pilar MPR RI ini.

"Kami selaku pemangku kepentingan di bidang pendidikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tentu sangat mengapresiasi kegiatan yang luar biasa ini, yang digagas oleh MPR RI sebagai upaya untuk menguatkan nilai-nilai luhur bangsa melalui Empat Pilar Kebangsaan," tutur Saipul.

Saipul menuturkan kegiatan ini tidak semata-mata untuk mengukur tingkat kecerdasan siswa, namun sebagai bentuk bagaimana nilai-nilai kebangsaan tersebut dapat benar-benar dipahami, dihayati, dan tertanam dalam diri setiap insan. Ia juga mengingatkan para peserta agar tetap menjaga persatuan.

"Saya berharap, adik-adik peserta yang hari ini mengikuti lomba dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Jadilah generasi yang mampu menjaga dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan, seperti semangat persatuan dan kesatuan, serta toleransi," sambungnya.

Untuk diketahui, sembilan sekolah yang berhasil melewati babak penyisihan di tingkat kabupaten/kota di provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini, yaitu SMA Negeri 1 Sungailiat, SMA Negeri 1 Mendo Barat, MAN Insan Cendekia Bangka Tengah. Selanjutnya SMA Negeri 1 Manggar, SMA Negeri 1 Pemali, SMA Negeri 2 Tanjung Pandang. Kemudian SMA Santo Yosef Pangkalpinang, SMA Negeri 1 Toboali, dan SMK Negeri 1 Toboali.

Adapun dewan juri dalam ajang ini berasal dari unsur Sekretariat Jenderal MPR RI dan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yaitu Kepala Biro Pengkajian Konstitusi MPR RI Dyastasita WB, Kepala Biro Sekretariat Pimpinan MPR RI Agus Subagyo, serta Plt Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Deswarman.

Sebagai rangkaian tak terpisahkan, sehari sebelum perlombaan seluruh peserta telah mendapatkan pemaparan materi yang disampaikan oleh Kepala Biro Sekretariat Pimpinan MPR RI Agus Subagyo. Kemudian dilaksanakan technical meeting dan pengundian grup oleh jajaran Sekretariat Jenderal MPR RI. (akd/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |