Badan Geologi: Suara Dentuman di Jabar dari Erupsi Gunung Anak Krakatau

3 hours ago 1

Jakarta -

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, memastikan suara dentuman hingga getaran yang terjadi di sebagian wilayah Jawa Barat berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau. Ia mengatakan fenomena itu juga memiliki kesesuaian dengan waktu erupsi gunung tersebut.

"Kami perjelaskan juga bahwa pada tanggal 4 sampai 5 September 2026, ada suara dentuman tadi dan getaran pada kaca serta pintu yang dilaporkan di sejumlah wilayah Jawa Barat. Tentunya ini kita apa namanya, melihat bahwa kesesuaian waktu dan erupsi gunung api Krakatau dan sinyal pada stasiun pemantauan di Jawa Barat mendukung kuat bahwa fenomena tersebut berasal dari gelombang akustik erupsi gunung api Krakatau," kata Lana dalam konferensi pers secara daring, Minggu (6/9/2026).

Lana mengatakan gelombang akustik erupsi itu dapat merambat jauh dalam atmosfer tertentu. Ia pun mencontohkan erupsi Gunung Kelud yang terdengar hingga Jawa Tengah, termasuk Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur terdengar sampai Maumere dan Pulau Alor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gelombang akustik berfrekuensi rendah, ini dapat merambat jauh dalam kondisi atmosfer tertentu dan dirasakan sebagai dentuman maupun getaran. Dan fenomena serupa ini pernah terjadi di beberapa gunung api yang erupsi, contohnya ketika erupsi Gunung Kelud terdengar hingga Jawa Tengah dan Gunung Lewotobi Laki-laki terdengar hingga Maumere dan Pulau Alor," kata dia.

Lana lantas menjelaskan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung dan Bengkulu. Badan Geologi mengimbau masyarakat tak beraktivitas di luar ruangan terlebih dahulu.

"Dan berdasarkan gabungan informasi erupsi dan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dari PVMBG melalui Magma Indonesia, informasi VAAC Darwin serta analisa citra satelit Himawari-9 oleh BMKG, bahwa abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, dan juga DKI Jakarta, serta Lampung dan Bengkulu," ujar Lana.

"Arah dan jangkauan sebaran abu dapat berubah bergantung pada arah dan kecepatan hujan abu. Oleh karena itu, seperti yang tadi saya sampaikan, diimbau untuk tidak beraktivitas di luar ruangan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah," imbuhnya.

Simak Video 'Kenapa Dentuman Anak Krakatau Terdengar sampai Bandung? Ini Kata PVMBG':

(dwr/gbr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |