AHY Ajak Anak Muda Melek Politik agar Tidak Dikuasai Orang Tak Kompeten

4 hours ago 4

Jakarta - Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berbicara mengenai pentingnya memahami politik. AHY mengatakan tidak paham politik sama seperti membiarkan politik dikuasai orang yang tidak kompeten.

Hal itu disampaikan AHY saat menjadi pembicara dalam sebuah forum siswa SMA di Cirendeu, Tangerang Selatan, Selasa (5/5/2026). Menurutnya, anak muda perlu memiliki literasi politik untuk membangun nalar kritis.

"Kegiatan RenTalks semacam ini, ini juga membangun literasi politik yang baik untuk anak-anak muda, termasuk membangun critical thinking. Karena kita harus terus mengasah daya kritis kita," kata AHY.

Dalam kesempatan itu, Ketum Partai Demokrat ini meminta anak muda memahami politik. Dengan memahami politik, hal itu dapat mencegah orang tak kompeten memimpin politik di Indonesia.

"Karena tanpa memahami politik, apalagi menjauh dari politik, kita sama saja membiarkan politik dikuasai dan dipunggawai oleh mereka yang tidak memiliki kompetensi dan juga tidak memiliki integritas," jelas dia.

Selain itu, dia ingin anak-anak muda punya idealisme. Dia bahkan bercerita pernah skeptis terhadap politik Indonesia, namun berubah seiring mempelajarinya.

"Dulu saya antipati, dulu saya juga skeptis melihat politik. Saya menganggap dulu ah politik itu serba kotor, kemudian menghalalkan segala cara, apapun boleh kecuali kalah, dan lain sebagainya," ungkapnya.

"Jadi mengerikan dan juga membuat kita tidak nyaman. Tapi ternyata, setelah saya pelajari, justru kita bisa berbuat banyak jika kita menjadi bagian untuk melakukan perubahan itu. Mudah-mudahan dari ruangan ini juga pada akhirnya hadir para politisi yang
menjadi pemimpin di negara kita tercinta," imbuh dia.

Selanjutnya, AHY berpesan agar anak muda dapat lebih kritis menangkap sebuah informasi atau fenomena. Sebab, di era kemajuan teknologi seperti saat ini, banyak kecerdasan buatan yang digunakan untuk hal negatif.

"Jadi kita asah terus critical thinking kita. Yang ketiga, tadi saya tanya pasti semua menggunakan teknologi, AI termasuk juga digital platforms. Kalian adalah generasi yang sangat dekat dengan itu, maka harus di-leverage untuk kemajuan. Termasuk dalam membangun opini yang positif, melawan hoaks, melawan post-truth politics yang memecah belah," kata dia. (tsy/dek)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |