Jakarta -
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) memuji sejumlah kebijakan yang dilakukan Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Salah satunya seperti pembangunan kampung nelayan hingga potongan aplikator untuk ojek online (ojol) yang dibuat jadi 8 persen.
Hal itu dikatakan Zulhas dalam pidatonya di acara HUT ke-28 PAN di JCC, Jakarta, Jumat (18/9/2026). Zulhas menyebut nelayan di Indonesia hidupnya akan sulit jika tidak dibantu.
"Nelayan kita berada di desil 1 sampai desil 4, Pak. Nilai tukar petani padi 129. Dari 100 bisa untung 29%, petani padi. Tapi nelayan, Bapak, 103, 103. Artinya dari 100 pokok dia hanya dapat 3. Pak, nelayan kita kalau nggak dibantu tidak bisa makan, tidak bisa menyekolahkan anaknya. Mereka menderita," kata Zulhas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zulhas menjelaskan berdasarkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, bahwa ikan di Indonesia banyak dicuri nelayan asing.
"Ikan kita, Pak, dicuri oleh nelayan-nelayan yang kuat dari negara luar. Tiap tahun ikan kita dicuri hampir 200 triliun lebih kata Menteri Kelautan. Kenapa? Karena nelayan-nelayan kita lemah," ucapnya.
Untuk itu Zulhas memuji keberpihakan Prabowo dengan membangun kampung nelayan. Zulhas mengatakan keberpihakan itu sesuai dengan nilai-nilai yang dianut PAN.
"Bapak berpihak kepada nelayan-nelayan Indonesia. Bapak bangun kampung nelayan dan lain-lain. Itulah kebersamaan nilai-nilai Pak Prabowo dengan Partai Amanat Nasional," ucapnya.
Lebih lanjut, Zulhas juga memuji Prabowo yang berpihak kepada pengemudi ojol dengan menurunkan potongan aplikasi jadi 8 persen. Kebijakan seperti itu, kata Zulhas, yang diperjuangkan oleh PAN.
"Teman-teman Ojol, Pak. Potongan aplikator dari 20%, sekarang kepemimpinan Pak Prabowo diturunkan menjadi 8%. Itulah keberpihakan. Itulah nilai-nilai kebijakan yang sama yang diperjuangkan Partai Amanat Nasional," ungkapnya.
"Mereka jarang muncul di televisi. Mereka tidak punya pasukan media sosial. Keluhan mereka tidak menjadi trending topic. Mereka adalah the voiceless. Mereka yang suaranya tidak selalu terdengar," tuturnya.
(ial/idn)

















































