Zulhas Puji Keterlibatan TNI AD dalam Pengelolaan Sampah di Tanah Air

4 hours ago 2

Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pangan RI (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) memuji keterlibatan TNI Angkatan Darat (AD) dalam mendukung pengembangan percepatan proyek Waste to Energy (WtE).

Menurut Zulhas, keterlibatan TNI AD dapat memperkuat upaya pemerintah dalam menangani persoalan sampah, termasuk mengurangi timbunan sampah lama yang telah memenuhi sejumlah tempat pemrosesan akhir (TPA).

"Kita juga terima kasih kepada Bapak Maruli (Kasad), TNI Angkatan Darat, yang akan membantu kita untuk mengubah (sampah) yang sudah lama. Sampah ini kan hanya baru datang. Kota Bekasi ini ada yang baru datang sampahnya 1.800 ton," kata Zulhas dalam acara Peresmian Pembangunan PSEL Kota Bekasi, Rabu (26/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi yang menjadi gunung itu banyak. Nah, yang jadi gunung itu akan dikelola TNI, nanti kerja sama akan pirolisis, jadi minyak," sambungnya.

Zulhas bahkan membuka peluang bagi TNI untuk terlibat lebih jauh dalam program pengelolaan sampah pemerintah.

"Jadi kalau TNI mau ikut, kita alhamdulillah, kita kasih karpet biru. Cepat, segera. Kita terima kasih," kata Zulhas.

Zulhas pun menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI AD terhadap berbagai program pemerintah.

"Jadi Pak Kasad, kami terima kasih. Bapak bantu, Bapak dukung, pangan juga didukung oleh TNI dan lain-lain," tutur Zulhas.

"Termasuk jembatan, termasuk sungai, air bersih, dan sebagainya. Terima kasih banyak," sambungnya.

TNI AD Olah Sampah Lama dengan Teknologi Pirolisis

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan pihaknya saat ini menyiapkan pengolahan timbunan sampah lama menggunakan teknologi pirolisis. Teknologi tersebut ditujukan untuk mengolah sampah yang telah menumpuk di TPA menjadi bahan bakar minyak (BBM) sintetis jenis solar.

"Kalau disampaikan tentang pirolisis, saya kira sudah familiar di mana-mana. Jadi kalau kita berbicara proses pirolisis dari sini ke sini, itu sudah berbagai, bahkan di kampung-kampung pun sudah banyak yang buat," ujar Maruli.

Namun, menurut Maruli, tantangan utama bukan terletak pada teknologi pirolisis, melainkan bagaimana mengolah timbunan sampah lama yang selama ini masih menumpuk di berbagai lokasi.

"Yang permasalahannya adalah bagaimana menyelesaikan sampah lama. Yang sudah disampaikan dari PSEL itu adalah sampah yang supaya jangan sampai ke penampungan sampah yang sudah ada sekarang," kata Maruli.

"Yang kami akan olah adalah timbunan-timbunan sampah lama," imbuhnya.

Maruli mengatakan pemilahan sampah lama menjadi salah satu tantangan yang selama ini belum banyak dilakukan. Namun, TNI AD bersama mitra pengembang telah menyiapkan teknologi dan skema untuk menangani persoalan tersebut.

Maruli menambahkan, proyek ini akan berlangsung di Bantargebang, Sumur Baru (Bekasi), Galuga (Bogor), Sarimukti (Bandung Barat), dan Jatibarang (Semarang).

Maruli mengatakan dalam proses ini, pihaknya masih menemui berbagai kendala, mulai dari belum tersedianya lahan, proses perizinan, hingga penjualan hasil olahan sampah yang nantinya menjadi solar.

"Jadi intinya kalau ini sudah bisa diselesaikan masalah perizinan, mungkin satu tahun pabrik-pabrik ini bisa jalan Pak. Jadi ini sudah kami kerjakan dari sejak April perintah dari Presiden itu, sampai dengan sekarang masalah tempat kami belum bisa dapatkan," terang Maruli.

"Kalau ini sudah bisa selesai, kita go paling lama satu tahun, pabrik sudah siap untuk bisa mengolah sampah 1.000 ton per hari di setiap titik," sambungnya.

Sebagai informasi, acara ini turut dihadiri CIO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Pandu Patria Sjahrir, Kepala Staf Angkatan Darat TNI Maruli Simanjuntak, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, dan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo.

Lihat juga Video: 'Revolusi Pengelolaan Sampah' ala Walkot Solo Respati Ardi

(hnu/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |