Cilacap -
Pulau Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), dikenal sebagai 'pulau penjara'. Di pulau itu, berdiri 13 unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (UPT Ditjenpas) yang terdiri atas 12 lembaga pemasyarakatan (lapas) dan 1 badan pemasyarakatan (bapas).
Keberadaan 4.037 warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana membuat produksi sampah dari 13 UPT mencapai 1 ton per hari. Selama delapan bulan belakangan, Nusakambangan telah zero waste berkat Balai Latihan Kerja (BLK) Pengolahan Sampah.
"Satu hari bisa 1 ton sampah dari lapas se-Nusakambangan yang diolah. Sebelumnya, sampah setiap UPT ditaruh di belakang lapas. Sejak adanya BLK ini, (sampah) zero waste. Sumber sampah dari 13 UPT di Nusakambangan," jelas Kepala Lapas Kelas IIA Kembangkuning Nusakambangan, Winarso, saat rombongan Komisi XIII DPR RI mengecek sarana pembinaan napi di Nusakambangan seperti dikutip pada Rabu (11/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Operasional BLK Pengolahan Sampah tersebut merupakan kerja sama Nusakambangan dengan PT Solusi Limbah Abadi. Winarso mengatakan para napi dilatih untuk mengolah sampah menjadi pupuk.
Sampah yang diolah meliputi sisa makanan, sampah dapur, sampah organik, serta sampah nonmedis yang dihasilkan dari aktivitas harian warga binaan dan petugas. Dia mengatakan upaya tersebut telah mengurangi jumlah sampah secara signifikan.
BLK pengelolaan sampah di Nusakambangan. (Audrey/detikcom)
"Sampah domestik tersebut diolah dengan metode pembakaran hingga habis menggunakan sarana yang tersedia sehingga sampah berkurang secara signifikan dan tidak menumpuk di lingkungan lapas," jelas Winarso.
Winarso mengatakan hasil akhir pengolahan berupa abu pembakaran juga dimanfaatkan kembali sebagai bahan urukan di area tertentu dan campuran pupuk bersama kotoran hewan. Dia mengatakan pupuk digunakan mendukung kegiatan pertanian dan ketahanan pangan di Nusakambangan.
"Pengolahan sampah di Nusakambangan mulai beroperasi pada bulan Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan lingkungan dan penanganan sampah terpadu di seluruh wilayah lapas Nusakambangan," tutur dia.
(aud/haf)


















































