Jakarta -
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan pentingnya membangun mekanisme pembelajaran yang adaptif terhadap bencana alam di sejumlah wilayah. Menurutnya, hal itu penting untuk menjamin keberlangsungan pendidikan di tengah ancaman bencana alam yang melanda di Tanah Air.
"Indonesia adalah kawasan rawan bencana. Pembangunan sistem pendidikan yang responsif terhadap ancaman bencana harus diwujudkan, bukan sekadar reaksi sesaat," kata Lestari Moerdijat, Senin (24/8/2026).
Rentetan bencana alam yang melanda Indonesia dalam sepekan terakhir, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan hingga gempa bumi dahsyat di Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menguji ketahanan sektor pendidikan nasional. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pun menerbitkan protokol pembelajaran darurat di sejumlah wilayah terdampak bencana tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, tantangan yang harus segera dijawab adalah bagaimana teknis pelaksanaan pembelajaran darurat itu sehingga proses belajar mengajar tetap berlangsung dan hak anak tidak terampas di tengah krisis.
"Sejatinya data yang ada saat ini menunjukkan urgensi untuk menghadirkan mekanisme pembelajaran yang adaptif dalam merespons tantangan yang beragam," ujarnya.
Berdasarkan Peta Risiko Bencana BNPB 2023, terdapat lebih dari 70.000 satuan pendidikan dari PAUD hingga SMA/SMK yang berada di wilayah berpotensi bencana dengan risiko bahaya sedang hingga tinggi. Bahkan, UNICEF menempatkan Indonesia dalam 50 negara dengan anak-anak paling berisiko terdampak perubahan iklim dan degradasi lingkungan.
Dia juga mendorong konsistensi upaya pemerintah, dalam menerapkan protokol pembelajaran darurat di wilayah terdampak bencana dengan mengedepankan keselamatan pengajar dan peserta didik, hak belajar murid terpenuhi, serta pemulihan pascabencana yang terencana, untuk terus disempurnakan.
Dia berharap sejumlah kebijakan tersebut menjadi momentum untuk membangun sistem jangka panjang dalam mengantisipasi sejumlah tantangan berbagai potensi bencana di Tanah Air.
"Kesiapan SDM, penguatan kurikulum adaptif, dan peningkatan literasi kebencanaan bagi pengajar harus segera direalisasikan. Ini bukan hanya tentang bagaimana belajar saat bencana, tapi bagaimana kita memastikan masa depan anak bangsa tidak terhenti oleh bencana," pungkasnya.
Simak Video 'DPR Dukung Polri Usut Dalang di Balik Karhutla: Kejahatan Luar Biasa Keji':
(prf/ega)


















































