Jakarta -
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung menanggapi survei Indikator Politik Indonesia yang merilis 72,8 persen responden puas dengan program makan bergizi gratis (MBG). Dia bersyukur jika masyarakat merasakan dampak positif dari program tersebut.
"Tentu ini adalah kesuksesan Presiden Prabowo Subianto, kami ini hanya menjalankan perintah dari Presiden. Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh anak-anak kami di sekolah," kata Lodewyk kepada wartawan, Rabu (11/2/2026).
Meskipun begitu, Lodewyk tetap berharap dukungan dan bantuan dari masyarakat untuk terus membantu dan mengawal program MBG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mohon bantuan masyarakat agar kami terus melakukan perbaikan, serta bantu kami dalam bentuk pengawasan program di lapangan," ucapnya.
Sebelumnya, Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terkait kepercayaan masyarakat terhadap program MBG. Disebut sebanyak 72,8 persen responden puas terhadap program yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Adapun survei ini terlaksana dalam rentang 15-21 Januari 2026. Melibatkan 1.220 orang dengan asumsi metode simple random sampling dengan toleransi kesalahan (margin of error) kurang lebih 2,9% pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Responden diwawancarai lewat tatap muka. Quality control terhadap hasil wawancara disebut dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor yang mendatangi kembali responden terpilih.
Peneliti utama dari Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan tingkat kepuasan MBG secara keseluruhan di angka 72,8%. Ia menyebut hasil ini bisa saja berubah di lain waktu jika Badan Gizi Nasional bertekad untuk memperbaiki program MBG.
"Jadi yang tidak puas per Januari 2026 itu kurang lebih seperempat. Nah, kalau yang puas total 72,8%. Nah, yang cukup puas ini sangat mungkin berubah sesuai dengan kondisi tergantung kemampuan BGN ya, untuk memperbaiki baik kualitas terutama, maupun isu-isu negatif yang selama ini muncul, misalnya isu keracunan. Tapi per hari ini 72,8% puas ya," kata Burhanuddin dalam konferensi secara daring, Minggu (8/2).
Ia mengatakan mayoritas responden yang mengaku puas dengan program MBG adalah Gen Z. Ia menyinggung warga Jakarta dengan proporsi paling banyak tak puas dengan program tersebut.
"Nah, kalau kita lihat siapa yang puas? Gen Z. Gen Z 80,7% puas. Kemudian dari sisi pendidikan, itu yang kuliahan pun puas 62% meskipun tidak sepuas mereka warga yang berpendidikan rendah, SD," ucap Burhanuddin.
Berikut hasil tingkat kepuasan terhadap MBG:
Sangat puas: 12,2 persen
Cukup puas: 60,6 persen
Kurang puas: 19,9 persen
Tidak puas sama sekali: 4,5 persen
Tidak jawab/Tidak tahu: 2,8 persen
(fas/fas)


















































