Urusan Klakson Bikin Pemotor Piting Pengemudi Mobil di Jagakarsa

3 days ago 11
Jakarta -

Seorang pengendara sepeda motor berkelahi dengan pengemudi mobil di Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel). Keributan itu dipicu klakson yang dibunyikan sopir mobil saat pemotor hendak menyalip.

Pemotor yang masih mengenakan helm memiting leher sopir mobil cukup kencang. Perselisihan itu terjadi di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) Tanjung Barat, Jalan Raya Pasar Minggu, Pasar Minggu, Jaksel pada Kamis (20/8) sore sekitar pukul 16.30 WIB.

Warga yang berada di lokasi berupaya melerai keributan tersebut. Namun, pemotor tak begitu saja melepaskan kuncian tangan di leher sopir mobil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa pemotor memiting leher pengemudi mobil terekam kamera warga dan videonya viral di media sosial (medsos). Dalam video, terlihat sejumlah warga datang untuk memisahkan pemotor dan sopir mobil yang sedang bergelut.

Namun, pemotor itu tetap mengunci pitingannya dan menarik pemobil ke tembok pendek pembatas SPBU. Setelah pitingan terlepas, terlihat pemobil itu dapat bernapas lebih lancar.

Pemobil Terluka

Polisi mengungkap bahwa pemobil juga sempat dipukul. Pemobil mengalami luka akibat kekerasan yang dialaminya.

"Telah terjadi tindak pidana penganiayaan dengan cara memukul korban berkali-kali dan mencekik atau piting korban dari belakang yang mengakibatkan luka memar disekitar wajah dan dada sesak," kata Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi saat dihubungi, Jumat (21/8/2026).

Pemobil Lapor Polisi

Pemobil telah membuat laporan polisi (LP) terkait keributan tersebut. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut, termasuk mencari pemotor yang terlibat keributan.

"Rencana tindak lanjut mengidentifikasi pelaku, melakukan penyidikan lebih lanjut," kata Nurma.

Dipicu Pemotor Diklakson

Polisi meminta keterangan saat pemobil membuat laporan. Kepada polisi, pemobil mengatakan perselisihan terjadi dia membunyikan klakson ketika pemotor hendak menyalip.

Bunyi klakson itu diduga memicu kemarahan berujung terjadi perselisihan di antara mereka.

"Berawal selisih salah paham dalam berkendara. Dimana korban membawa mobil dan pelaku membawa motor hendak menyalip dan diklakson oleh korban dan tidak terima dan langsung memberhentikan memalangi mobil," jelasnya.

(jbr/idn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |