Opsi Kereta Gantung di Puncak Bogor, Komisi V DPR Ingatkan Perencanaan Matang

4 hours ago 2

Jakarta -

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda menilai wacana pembangunan kereta gantung di kawasan Puncak, Bogor, perlu dikaji secara serius apabila ingin difungsikan sebagai transportasi publik. Menurutnya, kereta gantung tidak akan efektif mengatasi kemacetan jika berdiri sendiri tanpa terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.

Huda mengatakan kereta gantung pada dasarnya dapat menjadi pendukung pengembangan pariwisata di kawasan Puncak. Namun, jika tujuan utamanya sebagai transportasi publik, diperlukan perencanaan dan rekayasa yang matang.

"Kereta gantung itu kira-kira konteksnya memang untuk mendukung destinasi wisata. Kalau semangatnya untuk transportasi, memang banyak hal yang harus disiapkan," kata Huda kepada wartawan, Selasa (25/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau konteksnya untuk mendukung pengembangan pariwisata, saya kira itu kebutuhan, bahkan. Tapi kalau konteksnya untuk transportasi publik, itu butuh rekayasa yang cukup serius. Dan semua pihak tidak boleh setengah-setengah," tambahnya.

Huda menekankan kereta gantung harus menjadi bagian dari integrasi berbagai moda transportasi publik. Menurutnya, pembangunan kereta gantung yang berdiri sendiri hampir pasti tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap persoalan kemacetan di Puncak.

"Jadi yang dimaksud tidak boleh setengah-setengah itu adalah, keberadaan kereta gantung harus bagian dari integrasi dari berbagai moda transportasi publik. Kalau dia berdiri sendiri, hampir pasti tidak akan berdampak apa-apa. Jadi kalau niatnya mengurangi kemacetan itu hampir pasti nggak bisa," tutur Huda.

"Karena itu dia harus terintegrasi menjadi bagian dari transportasi publik yang lainnya. Mulai dari integrasi bus, layanan bus, integrasi layanan, angkutan umum yang lainnya. Dan menuju ke sana, butuh melibatkan banyak stakeholder," katanya.

Huda juga menilai pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendirian dalam merancang sistem transportasi kawasan Puncak. Dia khawatir pembangunan tanpa konsep yang utuh justru membuat penataan ruang dan transportasi menjadi tidak optimal.

"Saya kira kalau hanya pemerintah daerah, tentu nggak mungkin. Bahkan dikhawatirkan tata ruangnya jadi malah salah nanti," ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali mewacanakan pembangunan kereta gantung di kawasan wisata Puncak. Kereta gantung diharap jadi transportasi alternatif untuk mengurangi kemacetan di Puncak Bogor.

"Rencana pembangunan kereta gantung di kawasan Puncak merupakan salah satu alternatif pengembangan transportasi untuk meningkatkan konektivitas sekaligus mengurangi tekanan lalu lintas di jalur Puncak," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, Senin (24/8/2026).

Kereta gantung tersebut nantinya akan terintegrasi dengan bus listrik yang sedang diwacanakan untuk diaktifkan dengan rute Stadion Pakansari-Puncak. Diharapkan masyarakat yang hendak menuju Puncak bisa memilih transportasi tersebut ketimbang kendaraan pribadi.

"Konsep kereta gantung nantinya diarahkan untuk menghubungkan sejumlah titik strategis di kawasan Puncak. Dengan begitu, masyarakat maupun wisatawan memiliki pilihan moda transportasi selain kendaraan pribadi," ujarnya.

(azh/ygs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |