Terungkap Penyebab Air Kolam Jadi Merah yang Bikin Heboh Gunung Sindur

3 hours ago 2
Bogor -

Rekaman video dengan narasi air kolam tiba-tiba berubah warna jadi merah di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, viral di media sosial. Perubahan warna air kolam itu pun membuat heboh warga.

Dalam video viral dilihat detikcom, tampak kolam berwarna merah. Sejumlah orang tampak berdiri di atas kolam dan beberapa orang berada di tepi kolam.

Kapolsek Gunung Sindur AKP Ucup Supriyatna mengatakan pihaknya langsung mengecek ke lokasi. Ia menyebut kondisi dari air di sana sudah normal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi menindaklanjuti ada info yang beredar, Kapolsek Gunung Sindur didampingi Bhabin dan tokoh masyarakat di situ ya mendatangi lokasi, namun ketika sampai air sudah kembali normal," kata Kapolsek Gunung Sindur AKP Ucup Supriyatna, Minggu (20/9/2026).

"Kita lihat langsung air sudah kembali normal seperti biasanya, warnanya biasa. Kita ke lokasi sore, setelah magrib kita ke sana untuk pastikan," sambungnya.

Ucup mengatakan, perubahan warna air di kolam tersebut berlangsung sekitar satu jam pada siang hari. Hal tersebut berdasarkan keterangan ketua RW setempat.

"Berdasarkan informasi dari ketua RW memang ada perubahan warna. Tapi itu memang tadi sebentar aja (kejadiannya), sekitar setengah jam-an atau sejam lah, dari jam 11:00 siang sampai jam 11:30 atau jam 12-an," kata Ucup dihubungi detikcom.

Kepala Desa Cibadung Badri, membenarkan informasi tersebut. Badri juga sempat mendatangi lokasi dan mengambil air dari kolam untuk dicek ke laboratorium.

"Saya sih nggak lihat langsung, tapi kata warga memang sempat berubah merah airnya. Saya nggak lihat pas merahnya, tadi saya ke sana sudah seperti biasa lagi. Memang katanya cuma sebentar kejadiannya," kata Badri dihubungi terpisah.

"Kita jawabnya nanti pakai ilmiah saja ya, gimana juga kalau dikaitkan sama mistis kan, jadi saya sudah hubungi DLH juga, sampel air juga sudah saya ambil, biar nanti dicek di lab. Hasilnya apa, kandungannya apa, nanti ketahuan kan sebenarnya apa yang terjadi" kata Badri.

Lantas apa penyebab perubahan warna air di kolam tersebut. Berikut penjelasannya dirangkum detikcom.

Air Tercampur Zat Pewarna Kain

Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bogor mengambil sampel air kolam berubah merah di Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat (Jabar), untuk diuji di laboratorium. Dugaan sementara, air kolam tersebut berubah warna menjadi merah karena zat pewarna kain.

"Jadi ini dugaan sementara, ini sambil menunggu hasil lab ya, dugaan sementara itu adalah semacam pewarna kain atau bahan-bahan yang lain, yang memerah kan sesaat gitu, air berubah warna sesaat," kata Kepala Dinas LH Teuku Bayu dihubungi, Selasa (22/9/2016).

"Jadi, dalam hitungan nggak sampai sejam udah selesai lagi (perubahan warnanya), itu sebenarnya. Jadi, fenomena alam buatan lah gitu, kira-kira gitu ya," sambungnya.

Bayu mengatakan pihaknya telah mendatangi lokasi kolam viral karena airnya berubah warna menjadi merah. Namun, saat datang, kata Bayu, air kolam tersebut sudah normal kembali.

"Ya, jadi kita sudah ke sana. Pas kita ke sana memang sudah selesai perubahan warna merahnya. Kita juga sudah ambil sampel airnya," kata Bayu.

Minta Tak Dihubungkan dengan Mistis

Bayu mengatakan diperlukan hasil uji laboratorium untuk memastikan apakah air kolam viral tersebut aman dikonsumsi. Menurut Bayu, meskipun ada kandungan zat pewarna dalam air kolam tersebut, masih dalam batas aman atau di bawah ambang batas.

"Secara umum sih tidak baik ya. Tapi kan gini, ada ambang batas. Kalau di bawah ambang batas yang dalam aturannya itu, nggak ada masalah (jika diminum)," kata Bayu.

Bayu mengimbau masyarakat untuk menghubungi pihak berwenang jika menemukan fenomena yang tidak biasa ke pihak berwenang. Masyarakat juga tidak langsung menghubungkan setiap fenomena dengan hal-hal mistis.

"Untuk imbauannya terhadap fenomena-fenomena yang terjadi seperti itu tidak langsung dikaitkan dengan mukjizat atau kegaiban atau apa gitu ya. Jadi sebaiknya masyarakat bijak untuk segera menghubungi pihak-pihak terkait untuk bisa memastikan air ini air apa gitu," kata Bayu.

"Jadi tidak langsung dijadikan sebagai air yang dikonsumsi dan atau air yang dikultuskan gitu sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak baik ke depannya gitu," imbuhnya.

Saksikan Live DetikPagi:

(dwr/dwr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |