Temui Pendiri Museum Papua di Jerman, Menbud Perluas Diplomasi Budaya RI

4 hours ago 4

Jakarta -

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon menerima kunjungan Werner Weiglein, seorang pemerhati dan pecinta budaya Indonesia asal Jerman. Berlangsung di kantor Kementerian Kebudayan, Jakarta, pertemuan ini menjadi bagian penting dalam memperluas jejaring diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.

Selama puluhan tahun, Werner aktif mempromosikan kekayaan budaya Nusantara di Eropa. Werner juga merupakan pendiri sekaligus pengelola Museum Papua yang berlokasi di Gelnhausen, Jerman. Museum ini menyimpan koleksi etnografi Papua yang dinilai luar biasa dan memiliki nilai penting dalam memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

"Beliau mendata koleksi ini sekaligus menuliskannya menjadi narasi yang cukup lengkap," ujar Fadli dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak tahun 1970-an, Werner juga telah mengoleksi berbagai benda budaya. Pada tahun 1980-an, ia melakukan sejumlah perjalanan dan ekspedisi ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Sulawesi dan Papua. Pengalaman tersebut kemudian dituangkan dalam karya tulis yang mendokumentasikan perjalanan serta kekayaan budaya yang ditemuinya.

Pada kesempatan tersebut, Fadli juga mengapresiasi buku karya Werner bertajuk Expeditionen durch Indonesien. Buku yang ditulisnya bersama Herwig Zahorka ini, menyuguhkan kekayaan budaya dan keragaman sosial Indonesia. Werner memadukan dokumentasi dengan narasi yang komprehensif.

Selain kiprahnya di bidang kebudayaan, Werner juga dikenal sebagai pemegang rekor pendakian ke Puncak Carstensz di Pegunungan Jayawijaya sebanyak 36 kali. Dedikasi tersebut mencerminkan kedekatan Werner yang tidak hanya dari aspek budaya, tetapi juga lanskap alam Nusantara.

Melalui pertemuan ini, Kementerian Kebudayaan menegaskan dukungan untuk terus memperkuat jejaring diplomasi budaya dengan berbagai mitra internasional. Upaya pelestarian, dokumentasi, dan promosi budaya Indonesia di luar negeri ini merupakan bagian penting dari strategi pemajuan kebudayaan sebagai soft power bangsa di tingkat global.

"Kita juga menghargai orang-orang asing yang mempunyai minat dan bahkan mempromosikan Indonesia, budaya Indonesia, ke dunia, ke Jerman, dan juga ke wilayah Eropa lainnya," ucap Fadli.

Sementara itu, Werner menegaskan komitmennya dalam mempromosikan kekayaan budaya Nusantara melalui museum dan karya tulis yang disusunnya secara mandiri.

"Kita bisa melakukan lebih dari ini dan semua foto dalam buku ini adalah foto sendiri," pungkas Werner.

(anl/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |