Siswa Sekolah Rakyat Jadi Atlet Karate, Beradaptasi Lebih Disiplin

3 hours ago 2

Jakarta -

Menjadi atlet karate selalu menjadi impian Ayu Rayyanah (15), siswi kelas 10 Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Surabaya, Jawa Timur. Siswa yang akrab disapa Rayya ini pun pintar beradaptasi dengan nilai-nilai kedisiplinan di Sekolah Rakyat.

"Senang sih, soalnya kayak buat pengalaman baru. Jadi bisa ketemu teman-teman, bisa mandiri, terus bisa meringankan orang tua juga," kata Rayya dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).

Bungsu dari empat bersaudara ini memang antusias ketika pertama kali mendengar kabar dirinya memenuhi persyaratan masuk Sekolah Rakyat. Meski demikian, ia mengakui masa awal di asrama Sekolah Rakyat memang tak mudah. Pasalnya, ia harus hidup bersama teman-teman baru yang datang dari latar belakang berbeda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kadang enggak bisa nyambung, atau enggak bisa menerima kita," ungkapnya.

Rayya mengaku butuh waktu sekitar sebulan baginya untuk merasa benar-benar nyaman. Namun lama-lama, ia belajar mengenal karakter teman-temannya dan menemukan ritme hidup baru di tempat yang mengharuskannya bangun setiap pukul 03.00 WIB.

"Awal-awal itu susah banget. Masih ngantuk, harus mandi pagi-pagi banget, dingin. Tapi karena bareng teman-teman, jadi seru," ucapnya.

Kini, Rayya mulai bisa beradaptasi dengan jadwal dan suasana belajar Sekolah Rakyat. Bahkan, ia justru mulai betah karena suasana belajarnya berbeda dengan di rumah. Pasalnya, ia lebih mudah memahami pelajaran saat diajari guru-guru Sekolah Rakyat.

"Guru-gurunya asyik-asyik, seru-seru. Jadi menangkap pelajaran itu cepat. Kadang di sela pelajaran, ada ice breaking atau bercanda bareng. Jadi nggak tegang," paparnya.

Hal paling berkesan selama tinggal di asrama bagi Rayya yaitu tumbuhnya rasa kebersamaan serta berbagi. "Di sini kita saling merangkul. Kalau ada masalah, cerita. Kalau senang, bareng-bareng. Jadi walaupun belajar, tetap banyak senangnya," jelasnya.

Di balik kehidupan barunya di Sekolah Rakyat, Rayya ternyata juga menekuni karate. Ia mulai tertarik karate sejak kecil, hanya karena melihat anak-anak memakai seragam karate yang terlihat keren.

Saat kelas 6 SD, ia mendapat kesempatan bergabung dengan klub. Prestasinya mulai terlihat sejak SMP, dengan total 15-16 medali dari berbagai kejuaraan, termasuk tingkat internasional.

Rayya berhasil meraih tiga medali emas, sisanya perak dan perunggu. Di salah satu kejuaraan terbarunya, ia meraih juara dua Kejuaraan Gojukai Jawa Timur Championship 2025 dan juara 2 Kejuaraan Piala Bergilir Pemprov Jawa Timur III.

Meskipun tinggal di asrama Sekolah Rakyat, Rayya tetap rutin berlatih setiap akhir pekan di UKM universitas terdekat. "Aku suka karate karena bisa jaga diri, terus jadi prestasi juga. Bisa ngeringanin beban orang tua," katanya.

Rayya pun berniat akan terus menekuni dunia olahraga, bahkan melanjutkan kuliah di bidang olahraga atau masuk akademi militer.

Lihat juga Video 'Sekolah Rakyat Terintegrasi Tuban Tunjukkan Peningkatan Disiplin dan Prestasi':

(akd/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |