Simak Tips Mengolah Daging Kurban Agar Empuk dan Tidak Alot

3 hours ago 2

Jakarta -

Hari Raya Idul Adha identik dengan persediaan daging kurban yang melimpah. Namun, masalah yang sering dihadapi masyarakat adalah tekstur daging yang cenderung alot karena adanya jeda waktu antara penyembelihan dan proses memasak.

Untuk mendapatkan hidangan yang lezat, diperlukan penanganan serta teknik memasak yang tepat. Berikut adalah panduan lengkap mengenai cara menyimpan dan mengolah daging kurban agar tetap empuk dan terjaga kualitasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penanganan Awal Sebelum Daging Kurban Diolah

Ada sejumlah cara yang dapat dilakukan agar daging kurban menjadi lebih lembut dan empuk. Kunci mendapatkan daging yang empuk terletak pada tahap persiapan dan proses memasak. Salah satu cara yang dianjurkan ialah memotong daging berlawanan arah serat.

Menurut situs NU Online, memotong daging secara melintang atau melawan arah serat membuat tekstur daging lebih mudah dikunyah setelah matang. Teknik sederhana ini sering menjadi kunci utama agar hasil masakan terasa lebih empuk.

Lalu, berdasarkan penjelasan Pakar Produksi Ternak dari Fakultas Peternakan UGM, Panjono, Ph.D., dengan mengutip dari situs resmi Universitas Gajah Mada (UGM), masyarakat diharapkan bisa langsung memasak daging kurban yang diterima. Jika terpaksa harus disimpan, ada beberapa langkah awal yang perlu diperhatikan agar struktur daging tetap stabil.

  • Langkah pertama adalah tidak mencuci daging segar yang akan disimpan di dalam freezer. Mencuci daging justru dapat memberikan peluang bagi penyakit yang berasal dari air mentah untuk masuk ke dalam daging.
  • Sebelum dimasukkan ke dalam freezer, daging sebaiknya dipotong atau digiling kecil-kecil sesuai porsi sekali masak, lalu dikemas rapat dalam plastik.
  • Setelah itu, taruh daging di dalam chiller (suhu 2-5 derajat Celcius) beberapa saat agar melewati proses rigor mortis (kejang-kejang) dengan baik sebelum dibekukan di freezer.
  • Begitu juga sebaliknya ketika daging yang disimpan di freezer kemudian hendak digunakan atau dimasak. Daging sebaiknya dipindahkan dahulu ke chiller agar proses thawing (pencairan) juga dapat berlangsung perlahan dan merata sehingga struktur daging senantiasa dapat tetap bagus ketika digunakan.

Sementara itu, melansir laman resmi Institut Pertanian Bogor (IPB), Dosen Divisi Teknologi Hasil Ternak IPB University, Dr. Tuti Suryati, memberikan panduan sedikit berbeda jika daging kurban terlihat kotor. Menurutnya, bagian daging dan jeroan harus dipisahkan terlebih dahulu.

Jika terdapat kotoran seperti tanah, pasir, kerikil, atau rumput yang melekat, daging dan jeroan harus dicuci menggunakan air bersih yang mengalir. Setelah dicuci, daging wajib ditiriskan hingga tidak ada lagi air yang menetes di permukaannya sebelum dikemas.

Cara Menyimpan dan Mencairkan Daging Beku

Dr. Tuti Suryati menyarankan agar daging dikemas berdasarkan kebutuhan per porsi sekali masak, misalnya per 250 gram atau 500 gram menggunakan plastik transparan tidak berbau. Untuk bagian jeroan, sebaiknya direbus atau dimasak terlebih dahulu sebelum disimpan dalam kondisi beku.

Ketika ingin mengolah daging yang sudah dibekukan, proses thawing atau penyegaran kembali harus dilakukan dengan benar. Daging yang masih beku dilarang keras untuk langsung dimasak karena akan membuat teksturnya menjadi alot.

Simak poin-poin di bawah ini.

  • Proses thawing dapat dilakukan dengan memindahkan daging dari freezer ke kulkas terlebih dahulu.
  • Alternatif lain adalah merendam daging yang masih berada di dalam kemasan rapat ke dalam air dingin.
  • Daging juga bisa diletakkan pada papan besi khusus yang higienis atau menggunakan microwave.
  • Hindari melakukan thawing daging beku pada suhu ruang tanpa kemasan, dan dilarang membekukan kembali daging yang sudah dicairkan.

Tips Mengolah Daging Kurban Agar Empuk

Memasak daging kurban membutuhkan strategi khusus agar menghasilkan tekstur yang empuk dan matang sempurna. Dr. Tuti Suryati membagikan beberapa tips efektif dalam mengolah daging kurban.

  • Gunakan panas yang cukup saat merebus, memanggang, membakar, atau menggoreng daging hingga matang sempurna.
  • Hindari memasak daging hingga gosong, terutama saat membuat sate, daging panggang, atau daging bakar.
  • Manfaatkan bumbu rempah-rempah yang kaya antioksidan untuk menghasilkan olahan daging yang lebih sehat.
  • Jika ingin membuat sate yang empuk, tambahkan parutan nanas atau bungkus daging dengan daun pepaya beberapa saat sebelum dimasak.

(kny/zap)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |