Semarak Bazar Ramadan Gairahkan Ekonomi Desa Bilebante NTB

4 hours ago 3

Jakarta -

Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) bersama Inotek menggelar Semarak Bazar Ramadan, di Desa Wisata Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu.

Melibatkan 40 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), bazar ini menghadirkan berbagai kuliner khas Suku Sasak mulai dari jamu mule gati, bakso rumput laut, sate jamur, nasi ebatan, sate pusut, hingga ayam rangkat.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, Shinta Agathia Soedjoko mengajak seluruh masyarakat untuk berbelanja bersama. Ia menilai hadirnya bazar tak hanya memudahkan masyarakat membeli takjil, namun juga mendorong perekonomian pelaku UMKM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain memudahkan kita yang di rumah, juga untuk membantu masyarakat (UMKM) di sini, membantu perekonomian agar lebih baik lagi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2/2026).

Hal tersebut disampaikannya saat membuka bazar bersama Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, Dr Baiq Mulianah, camat, dan kepala desa setempat pada Minggu (15/2/2026). Adapun kegiatan ini dibuka dengan seremoni pemukulan kentongan.

Ketua Dekranasda NTB berkeliling stand UMKM Semarak Bazar Ramadan.Ketua Dekranasda NTB berkeliling stand UMKM Semarak Bazar Ramadan. Foto: dok. SETC

Senada, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia mengapresiasi hadirnya bazar kolaborasi SETC bersama mitra lokal. Melalui bazar ini, ia berharap kemampuan UMKM di Desa Bilabante bisa meningkat dan tercipta ekosistem usaha yang saling mendukung.

"Tadi kita lihat bagaimana proses menumbuhkan trust kepada pengunjung melalui pembelanjaan cashless," ucapnya
Ia mengatakan kegiatan ini dapat menguatkan aktivitas ekonomi desa-desa wisata di NTB. Jika diterapkan pada 1.166 desa/kelurahan lain di seluruh wilayah NTB, lanjutnya, maka bisa menggerakan perekonomian di akar rumput.

"Ini pembelajaran yang sangat luar biasa bagaimana membentuk ekosistem dari tata kelola pemberdayaan UMKM untuk mengembangkan potensi yang dimiliki," harapnya.

Sementara itu, penanggung jawab Semarak Bazar Ramadhan, Triyanto menjelaskan acara ini bertujuan untuk memberdayakan UMKM binaan dari sektor makanan, kerajinan tangan, hingga jasa pijat kesehatan yang telah dilatih profesional.

Melalui program ini, pemerintah desa dan penyelenggara juga berupaya menyinergikan potensi pariwisata lokal dengan kemajuan digital marketing para pelaku usaha kecil.

"Bazar ini ada karena melihat potensi lokal di sini bagus, dan juga Bilabante ini sebagai desa wisata, jadi bagaimana agar UMKM lokal bisa maju, salah satunya melalui bazar ini," kata Triyanto.

Penukaran uang dengan kepeng kayu di pintu masuk Semarak Bazar RamadanPenukaran uang dengan kepeng kayu di pintu masuk Semarak Bazar Ramadan Foto: dok. SETC

Uniknya, berbeda dari bazar lainnya, pengunjung yang ingin membeli produk di bazar, harus menukarkan uang dengan kepeng kayu di pintu masuk. Sistem transaksi dengan menggunakan mata uang koin kayu kepeng ini dilakukan untuk memudahkan pemantauan omzet penjualan.

Triyanto menyampaikan selain mampu menggerakkan roda ekonomi desa, hadirnya bazar ini berhasil mengaktifkan kembali lahan terbengkalai menjadi pusat kegiatan produktif masyarakat.

Lebih lanjut, Triyanto menjelaskan kolaborasi untuk membantu UMKM di Desa Bilebante dilakukan melalui berbagai inisiatif pembinaan, pelatihan keterampilan, dan penyediaan wadah pemasaran. Berikut beberapa kolaborasi SETC untuk mendukung perkembangan UMKM:

1. Pembinaan Melalui Collaborator Hub

Program ini diinisiasi oleh SETC melalui "Collaborator Hub" Koperasi Wanita Putri Rinjani yang dipimpin Hj Zaenab, yang bertugas memberikan pembinaan langsung kepada sekitar 40 UMKM di Desa Bilebante dan desa sekitarnya seperti Lendang Are dan Ungge.

2. Pelatihan Keterampilan Teknis dan Digital

Sejak tahun 2023, kolaborasi ini telah memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk dan jangkauan pasar, di antaranya foto produk untuk meningkatkan daya tarik visual barang dagangan. Pelatihan menjahit dan membuat pola. Digital marketing agar pelaku UMKM dapat memasarkan produknya secara daring.

3. Peningkatan Standar Layanan

Kolaborasi ini juga menyentuh sektor jasa, seperti terapis urut lokal yang awalnya bersifat tradisional kini telah dilatih dengan standar pariwisata (tourism standard) agar lebih profesional dalam melayani tamu hotel atau wisatawan.

4. Penyediaan Wadah Pasar (Bazar)

Melalui kegiatan ini, UMKM diberikan platform untuk menjual berbagai produk mulai dari makanan, minuman, hingga kerajinan tangan (craft). Hal ini bertujuan agar UMKM lokal memiliki pasar yang jelas selain bergantung pada sektor pariwisata biasa.

5. Reaktivasi Ekonomi Desa

Kolaborasi ini memanfaatkan dan mengaktifkan kembali lahan desa yang sudah lima tahun terbengkalai untuk dijadikan lokasi bazar, sehingga mampu menunjang perekonomian desa secara keseluruhan.

(prf/prf)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |