Salip Nvidia, Apple Kembali Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia

4 hours ago 2

loading...

Produsen iPhone, Apple (AAPL) resmi merebut kembali mahkota sebagai perusahaan paling berharga di dunia menggeser raksasa chip kecerdasan buatan (AI), Nvidia (NVDA). Foto/Dok

JAKARTA - Peta kekuatan industri teknologi dunia kembali bergejolak. Produsen iPhone, Apple (AAPL) resmi merebut kembali mahkota sebagai perusahaan paling berharga di dunia menggeser raksasa chip kecerdasan buatan (AI), Nvidia (NVDA) .

Saham Apple (AAPL) melesat ke rekor tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan Senin (27/7/2026). Kenaikan saham lebih dari 1% mendorong kapitalisasi pasar (market cap) Apple menyentuh angka fantastis USD 4,94 triliun (sekitar Rp80.000 triliun), melampaui Nvidia yang tertahan di angka USD4,75 triliun.

Taktik Hemat Capex: Dulu Dikritik Lambat, Kini Dipuji Wall Street

Saham Apple telah melonjak lebih dari 22% sejak awal tahun 2026, mengungguli kelompok saham teknologi elit 'Magnificent Seven'. Menariknya, pembalikan arah ini terjadi karena investor kini melihat kebijakan pengeluaran modal (capex) Apple yang sangat terukur pada pengembangan AI sebagai sebuah kekuatan utama, bukan lagi kelemahan.

Baca Juga: Salip Microsoft dan Apple, Nvidia Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia

"Apple yang sempat dikritik karena tidak berbelanja lebih banyak untuk AI, terbukti berhasil mengelak dari jebakan belanja modal (capex pitfalls) yang kini menjerat raksasa teknologi lainnya," ujar Chief Market Strategist di Freedom Capital Markets, Jay Woods.

Ketika Alphabet dan Tesla mengalami koreksi harga saham akibat membengkaknya biaya infrastruktur AI dan proyek masa depan. Data AlphaSpace menunjukkan belanja modal Apple justru mencatatkan penurunan beruntun dalam tiga kuartal terakhir.

Ujian Laporan Keuangan & Momen Perpisahan Tim Cook

Pasar kini menantikan rilis laporan keuangan kuartalan (earnings call) Apple yang dijadwalkan pada Kamis mendatang. Investor fokus pada kemampuan Apple mengintegrasikan fitur "Apple Intelligence" ke perangkat penggunanya tanpa menggerus marjin operasional atau menaikkan capex.

Baca Juga: SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap

Momen rilis keuangan Kamis ini juga menjadi panggung bersejarah bagi kepemimpinan Apple. Pengunduran diri Tim Cook dari kursi CEO pada 1 September 2026, mendatang untuk menempati posisi Executive Chairman akan menandai era baru bagi Apple di bawah komando John Ternus.

Di saat raksasa lain seperti Microsoft, Amazon, dan Meta bersiap mengumumkan kenaikan belanja AI pekan ini, strategi efisiensi ala Apple terbukti menjadi resep ampuh mempertahankan takhta tertinggi sebagai perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia.

(akr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |