Respons Cepat Polisi Tindak Pemukul Petugas SPBU di Jaktim

3 hours ago 3

Jakarta -

Beredar rekaman video memperlihatkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh seorang pria penumpang mobil Toyota Vellfire di sebuah SPBU di Cipinang, Jakarta Timur. Pihak kepolisian merespons cepat informasi tersebut dan mengamankan pelaku.

Peristiwa tersebut terjadi di SPBU di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, pada Minggu (22/2) malam. Narasi video menyebutkan bahwa Vellfire hitam hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.

Namun, petugas SPBU menolak karena hasil pencocokan barcode tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan, sehingga pengisian tidak dapat dilakukan sesuai ketentuan. Sebagai informasi, Pertamina menerapkan sistem barcode untuk pengisian BBM jenis Pertalite. Kendaraan yang tidak memiliki barcode tidak bisa mengisi BBM jenis Pertalite.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penolakan tersebut memicu emosional si pelaku yang merupakan penumpang mobil. Dengan sikap arogan, pelaku bahkan mengaku-aku sebagai aparat, padahal bukan.

Tak sampai di situ saja, pelaku juga melakukan tindak kekerasan. Dia memukul sejumlah pegawai SPBU. Kasus ini kemudian dilaporkan oleh korban ke Polsek Pulo Gadung, pada Senin, 23 Februari 2026.

Polisi Tangkap Pelaku

Merespons kejadian tersebut, pihak kepolisian segera meluncur ke lokasi dan melakukan penyelidikan. Tidak butuh waktu lama, pelaku berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

"Pelaku sudah diamankan dan dipastikan bukan anggota Polri. Saat ini yang bersangkutan sedang diproses oleh penyidik Polres Metro Jakarta Timur. Kami memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan transparan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).

Penyelidikan dilakukan oleh tim gabungan Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur dan Unit Reskrim Polsek Pulo Gadung. Subbidpaminal Bidpropam Polda Metro Jaya juga dilibatkan, mengingat pelaku mengaku-aku sebagai aparat.

Hasil penyelidikan, pelaku teridentifikasi berinisial JMH. Polda Metro Jaya memastikan bahwa pelaku bukan anggota Polri.

"Nomor polisi yang digunakan pada kendaraan juga tidak sesuai peruntukannya," imbuhnya.

Lebih lanjut, Budi Hermanto mengimbau masyarakat untuk menyikapi informasi yang beredar di media sosial secara bijak dan menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang agar tidak terjadi kesalahpahaman.

"Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Jika menemukan peristiwa serupa atau tindak kekerasan, segera laporkan melalui call center 110 atau kantor polisi terdekat. Setiap laporan akan ditindaklanjuti," pungkasnya.

(mea/jbr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |