Program GEMILANG Kota Surabaya Perkuat Transisi PAUD ke SD Secara Masif

3 days ago 7

Jakarta -

Langkah besar menuju transformasi pendidikan nasional dimulai dari Kota Surabaya melalui program Gerakan Magang Antar Lingkungan (GEMILANG). Melalui Program GEMILANG, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendukung kebijakan nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia terkait Program Wajib Belajar 13 Tahun (1 Tahun Pra-Sekolah).

Program yang diinisiasi Bunda PAUD Kota Surabaya Rini Indriyani tersebut menjadi jembatan bagi ribuan siswa usia dini untuk melangkah mantap menuju jenjang Sekolah Dasar (SD) tanpa rasa cemas. Kegiatan ini dilaksanakan secara masif dengan melibatkan ribuan lembaga pendidikan di seluruh wilayah Surabaya.

"Tercatat sebanyak 2.776 lembaga Taman Kanak-Kanak (TK) berpartisipasi aktif melakukan kunjungan edukatif ke SD terdekat dalam rentang waktu 9 hingga 13 Februari 2026," ujar Rini dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Antusiasme tidak hanya datang dari lembaga di bawah naungan Dinas Pendidikan (Dispendik), tetapi juga dari lembaga PAUD Raudhatul Athfal (RA) di bawah kewenangan Kementerian Agama (Kemenag) RI yang turut bergabung dalam gerakan serentak tersebut.

Rini memaparkan bahwa program GEMILANG memiliki beberapa tujuan strategis. Pertama, membantu murid TK B lebih mengenal lingkungan SD sehingga tumbuh rasa berani dan antusias untuk melanjutkan sekolah tanpa rasa takut.

"Yang kedua, menyajikan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui metode bercerita atau permainan (game ringan) agar anak memiliki persepsi positif terhadap jenjang SD," kata Rini.

Sementara tujuan ketiga adalah menjalin komunikasi dan kolaborasi antara guru TK dan guru SD kelas awal, sehingga guru SD lebih memahami karakteristik murid TK dan guru TK lebih mengenal kurikulum SD kelas 1.

Program GEMILANG dirancang sebagai jembatan strategis untuk memastikan transisi pendidikan yang mulus melalui beberapa poin utama. Pertama, Penyambutan Hangat dan Tour Lingkungan, di mana murid TK disambut dengan ramah dan diajak mengenal berbagai fasilitas sekolah agar tidak merasa asing dengan lingkungan SD.

Kedua, Kesiapan Mental & Belajar Bersama, yakni melalui metode bercerita dan permainan, murid TK B mengikuti pembelajaran di kelas 1 SD untuk menumbuhkan rasa berani dan antusiasme sekolah. Ketiga, Sinergi Kurikulum, yaitu menciptakan ruang kolaborasi antara guru TK dan guru SD kelas awal agar saling memahami karakteristik murid serta kurikulum antarjenjang.

Keempat, Pemetaan Terintegrasi, di mana pendataan dilakukan secara menyeluruh melalui koordinasi Kelompok Kerja Kepala TK (K3TK) dan Kelompok Kerja Kepala SD (K3SD) di tingkat kecamatan.

Untuk memastikan efektivitasnya, Rini menggerakkan Bunda PAUD Kecamatan hingga Kelurahan agar melakukan monitoring langsung menggunakan instrumen khusus. Monitoring ini mencakup evaluasi kegiatan, dampak bagi guru dan orang tua, hingga dokumentasi publikasi media sosial.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Surabaya mendapatkan haknya untuk merasakan transisi sekolah yang mulus. Ini adalah langkah nyata dalam menyukseskan pondasi Wajib Belajar 13 Tahun 1 Tahun Pra Sekolah yang dicanangkan pemerintah pusat," jelas Rini.

Meskipun dilaksanakan dalam skala besar, Rini menekankan bahwa kegiatan ini tetap mengedepankan esensi edukasi secara sederhana, tanpa perlu adanya perayaan atau pentas seni yang berlebihan.

"Melalui gerakan ini, Surabaya kembali menegaskan komitmennya sebagai kota yang berfokus pada pendidikan bermutu sejak usia dini, sejalan dengan visi besar pendidikan nasional," tutup Rini. (ADV)

Tonton juga video "Dana PIP TK-PAUD Cair Mei, Murid Dapat Rp 450.000 Per Tahun"

(ega/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |