Pramono Buka Suara soal Viral Gunungan Sampah di Koja Jakut

2 days ago 10

Jakarta -

Viral penampakan gunungan sampah yang berada di kawasan Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun buka suara mengenai hal itu.

Dilihat detikcom dalam media sosial Instagram, Sabtu (22/8/2026), TPS yang letaknya di perbatasan Kelapa Gading, itu terbentang lautan sampah. Tumpukan sampahnya pun sudah setinggi atap rumah.

Pramono mengatakan Pemprov DKI tengah melakukan pembenahan terhadap persoalan sampah tersebut. Ia menyebut persoalan sampah di Jakarta cukup besar sebab setiap harinya, Jakarta menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemerintah DKI Jakarta sedang melakukan pembenahan untuk persampahan. Seperti kita ketahui bersama, sampah di Jakarta ini setiap hari kurang lebih 9.000 ton," kata Pramono di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026).

Dia mengatakan selama ini pengelolaan sampah di Jakarta lebih banyak dilakukan dengan cara angkut dan timbun di TPST Bantargebang. Namun, Pemprov DKI kini mendorong pola pengelolaan sampah dengan memilah, mengangkut, dan mengolah.

"Sejak Ingub ini keluar, maka pilah, angkut, olah," ujarnya.

Pramono mengakui persoalan penumpukan sampah juga terjadi di Jakarta. Dia menyebut antara lain Pasar Minggu, TPST Simatupang, Ciracas, hingga Cilincing.

"Nah, sekarang ini itulah yang kami selesaikan," lanjutnya.

Terkait tumpukan sampah di kawasan Koja tersebut, Pramono menyoroti pihak swasta yang menurutnya selama ini mengambil keuntungan dari pengangkutan sampah usaha hotel, restoran, dan kafe (Horeka).

Pramono menyebut sampah dari tempat usaha tersebut diangkut oleh pihak swasta setelah mendapat bayaran, tetapi kemudian justru ditimbun sembarangan.

"Hampir semua yang melakukan atau menimbun sampah ini adalah swasta. Mereka hanya mengambil keuntungan dari Horeka (hotel, restoran, kafe), ngangkut dari mereka, dibayar oleh Horeka tadi, ditimbun sembarangan," jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat Pemprov DKI harus turun tangan melakukan pembenahan.

"Pemerintah DKI Jakarta lah yang sekarang melakukan perbaikan pembenahan terhadap hal itu," ubgkapnya.

Pramono juga meminta agar pihak yang terbukti melakukan penimbunan sampah sembarangan diumumkan kepada publik. Dia telah meminta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta untuk mengumumkan pihak-pihak tersebut.

"Saya sudah meminta kepada Bu Dewi, Kepala Dinas Kominfotik, untuk siapa pun yang melakukan itu diumumkan kepada publik," kata Pramono.

Dia mengaku tidak gentar apabila pihak yang diumumkan kemudian keberatan. Menurutnya, pihak yang mengambil keuntungan dari pengelolaan sampah juga harus bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.

"Beberapa begitu diumumkan kepada publik mereka marah-marah kepada kita, saya bilang enggak, tetap harus diumumkan. Jangan ambil keuntungan kemudian tidak mau bertanggung jawab untuk sampahnya," imbuhnya.

(bel/zap)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |