Prabowo Targetkan Mobil Listrik Indonesia Produksi Massal pada 2028

5 hours ago 3
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan industri kendaraan listrik saat ini berkembang pesat. Ia menyebutkan ekosistem mobil listrik kini tengah dibangun agar bisa memproduksi secara besar-besaran.

"Kita bangga hari ini ya, dan kita akan melihat perkembangan dalam waktu yang akan datang akan lebih cepat lagi," kata Prabowo saat peluncuran motor listrik di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Prabowo mengatakan pembangunan ekosistem mobil listrik tersebut berada di kawasan Subang, Jawa Barat. Ia berharap industri tersebut akan memulai produksi pada 2028.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi saya dijelaskan ada ekosistem yang sedang dibangun untuk mobil listrik kita, kalau tidak salah tidak jauh dari sini, perjalanan ke Purwakarta ya, Subang, di Kilometer 84 ya," ujarnya.

"Ada kompleks besar kita lagi bangun, mobil listrik Indonesia yang kita berharap paling lambat tahun 2028 sudah produksi besar-besaran," lanjut Prabowo.

Prabowo Luncurkan Motor Listrik Nasional

Seperti diketahui, Prabowo hari ini meresmikan ekosistem motor listrik nasional produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ada 20 ribu motor listrik yang telah diproduksi sejauh ini.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Kamis, tanggal 13 Agustus 2026, secara resmi saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, meluncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukung," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan peresmian ini merupakan tonggak inisiatif gabungan para pengusaha swasta yang diinisiasi PT Indika Energy. Prabowo mengapresiasi langkah keberanian tersebut.

"Hari ini menurut saya hari yang sangat penting karena ini merupakan suatu tonggak atas inisiatif masing-masing para pengusaha swasta yang mulai proyek ini mungkin kelompok Indika ya, kelompok yang sudah lama bekerja, waktu saya masih muda saya sudah denger Indika," katanya.

Prabowo menyebutkan inisiatif ini memiliki potensi gagal yang besar. Namun ia mengapresiasi keberanian tersebut dan mengajak para pengusaha untuk bersatu bekerja sama dengan pemerintah.

"Saya ucapkan selamat kepada saudara sekalian yang ambil suatu keberanian, inisiatif itu keberanian, karena inisiatif mengandung risiko. Segala yang kau keluarkan beberapa tahun lalu bisa gagal, ini pun hari ini ada risiko. Saya mengajak kita harus jadi satu, yang kuat yang menengah, yang agak melemah harus bersatu," ujarnya.

(eva/knv)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |