Prabowo Buka Peluang Rombak Kabinet Jelang 2 Tahun Pemerintahan

12 hours ago 11
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto tak menutup peluang melakukan perombakan atau reshuffle kabinet pada momentum dua tahun pemerintahannya. Prabowo mengatakan para anggota kabinet semestinya sudah punya waktu yang cukup untuk membuktikan kinerjanya.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam wawancara Program Prabowo Menjawab, Rabu (16/9/2026), menjawab pertanyaan jelang dua tahun pemerintahannya. Prabowo ditanya mengenai kepuasan terhadap anak buahnya dan peluang merombak kabinet.

"Atau Bapak merasa bahwa 'Wah 2 tahun ini sudah waktunya saya melakukan evaluasi besar-besaran dan merombak kabinet saya'. Artinya akan ada reshuffle besar-besaran Pak? Yang mungkin Bapak pertimbangkan gitu ya," tanya Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV Rivana Pratiwi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi gini, kalau saya evaluasinya terus menerus dan sampai sekarang secara objektif, ya saya harus mengatakan bahwa tim saya bekerja oke tapi saya katakan juga kepada tim, inget ya ibarat kita kesebelasan sepakbola ada pemain inti, ada striker, ada cadangan. Jadi saya fokus dulu karena Indonesia ini begitu rumit masalahnya, kita harus fokus pada hal yang mendasar," jawab Prabowo.

Prabowo menerangkan ada sejumlah kementerian yang diistilahkan tidak berada garis depan. Menteri-menteri itu disebutnya bekerja sesuai kemampuan dan wewenangnya.

"Jadi pada saat ini ada beberapa kementerian yang tentunya istilahnya tidak di garis depan, tapi mereka mengerti. Dan mereka bekerja sesuai inisiatif masing-masing," ujar dia.

Prabowo mengatakan reshuffle kabinet yang dilakukan terhadap anak buahnya perlu untuk menempatkan orang di posisi yang tepat. Namun, bisa juga karena kesalahan yang perlu dipertanggungjawabkan.

"Jadi kalaupun nanti ada reshuffle saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang, ya, tentunya kita organisasi ini kita selalu cari the right man in the right place, ya, kompetensi. Dan kalau ada yang mungkin dia nggak cocok di tempat itu ya kita harus, tadi, mampu untuk mengganti orang yang bener," katanya.

"Atau dia sendiri yang ada masalah ya kita nggak hindari kan. Seperti saya nggak tau ada, tahu-tahu KPK ada datang ke saya bilang, 'Pak, ini..', ya kan. 'Pejabat ini begini, begini, begini'. Ya gimana saya ya kan. Apa kami diizinkan untuk menahan. 'You ada bukti? Kalau ada bukti silakan', saya bilang. Tahu-tahu ada kejadian ya. Ada, wamen saya, ya itu tanggung jawab dia," lanjutnya.

Rivana kemudian bertanya kembali, menurutnya ada momentum jelang 2 tahun pemerintah Prabowo. Rivana bertanya, apakah momentum tersebut pergantian atau evaluasi anggota kabinet.

"Saya kira itu sesuatu yang logis ya, ya kan, 2 tahun, jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya dan sebagainya," jawab Prabowo.

Pemerintah Akan Sambut Investasi Besar-besaran

Pada kesempatan yang sama, Pemimpin Redaksi CNBC Indonesia Wahyu Daniel menilai pertumbuhan ekonomi masih didorong oleh program pemerintah. Wahyu bertanya kepada Prabowo bagaimana langkah pemerintah menarik investasi ke dalam negeri.

"Ke depan bagaimana Bapak bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi 6%, 2027 targetnya 6% lewat investasi swasta, karena kita lihat Malaysia, Vietnam sudah berlomba-lomba memberikan kemudahan perizinan, kepastian hukum untuk bagaimana investasi ini bisa ditarik. Mungkin kunjungan Bapak ke Rusia, ke BRICS itu, salah satunya untuk mengundang mereka untuk berinvestasi. Tapi di tengah situasi persaingan yang ketat gini, bagaimana seorang Prabowo Subianto itu bisa meyakinkan investor masuk ke Indonesia, ciptakan lapangan kerja, membangun kembali industrialisasi yang selama ini kita cita-citakan ya, Pak," ujarnya.

Prabowo kemudian menjawab, pemerintahannya akan menarik investasi besar-besaran dalam waktu dekat. Prabowo mengatakan investasi ini juga akan membuka lapangan kerja baru.

"Ya, saya lihat ya, investasi sampai sekarang menepati target APBN. tahun 2025 Rp 1.931 triliun, investasi. Ini belum selesai, ini angka Juni 2026 sudah Rp 1.010 triliun. Kita sudah buka tahun ini Rp 1,4 juta lapangan kerja, tahun 2025 Rp 2,7 juta lapangan kerja baru. Dan ini investasi bukan dari program pemerintah, bukan MBG, bukan Koperasi Merah Putih," kata Prabowo.

"Jadi karena ini gejolak global, ya. Dan ini beberapa minggu ke depannya, Anda tunggu aja, Karena saya sudah tahu ya, akan ada investasi besar-besaran masuk ke Indonesia. Akan besar-besaran," lanjutnya.

Namun, dia mengingatkan ada pihak yang tak senang jika pertumbuhan ekonomi Indonesia mentereng. Prabowo mengungkit prediksi Indonesia diperhitungkan menjadi negara besar keempat di dunia pada 2050 mendatang.

"Saya, terus terang aja ya, tapi saya mengerti apakah itu politik, apakah itu ada campur tangan asing, ya, ingin selalu menghajar Indonesia. Tiap kali kita mau take off, kita terlalu besar, kita terlalu kaya. Semua orang, semua orang sudah yakin Indonesia akan menjadi ekonomi ke-6, ke-5, ke-4. Dunia. Dalam tahun 2050, which is 25 tahun ke depan," katanya.

(fca/rfs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |