Bekasi -
Kawasan Kampung Lebak, Kelurahan Teluk Pucung, Kota Bekasi terendam banjir. Puluhan personel Polres Metro Bekasi Kota turun ke lokasi melakukan evakuasi dan menyalurkan bantuan.
"Berdasarkan pantauan di lapangan pukul 11.00 WIB, ketinggian air terpantau mencapai 150 cm. Sebanyak 100 KK tercatat terdampak langsung oleh luapan air ini," ujar Kasat Samapta Polres Metro Bekasi Kota Kompol Hotman Hutajulu, dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026).
Kompol Hotman menyampaikan banjir tersebut merendam seratusan rumah warga di RT 06 dan 07 RW 02 Kelurahan Teluk Pucung.
Meski debit air cukup tinggi, sebagian besar warga memilih untuk tetap bertahan di lantai dua rumah mereka dan belum bersedia dievakuasi ke pengungsian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menindaklanjuti hal tersebut, Polri memastikan kebutuhan logistik warga yang terjebak banjir tetap terpenuhi. Kegiatan penyaluran 500 paket makanan dilakukan oleh Sat Samapta Polres Metro Bekasi Kota, didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Teluk Pucung, Aiptu Sumarwanto, dan bekerja sama dengan tim Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG Teluk Pucung.
"Sebagai bentuk kepedulian, Sat Samapta bersama tim SPPG menyalurkan bantuan sosial berupa 500 bungkus nasi siap saji kepada warga terdampak. Kami ingin memastikan warga tetap mendapatkan asupan makanan di tengah kondisi darurat ini," imbuhnya.
Polres Metro Bekasi Kota juga menyiapkan perahu karet untuk evakuasi korban banjir, Kamis (29/1/2026) di Teluk Pucung. Foto: dok. Polres Metro Bekasi Kota
Selain membagikan makanan, personel Samapta juga menyiagakan peralatan evakuasi di sekitar lokasi guna mengantisipasi jika terjadi kenaikan debit air sewaktu-waktu. Petugas di lapangan terus memberikan imbauan agar warga tetap waspada terhadap arus listrik dan selalu berkoordinasi dengan petugas jika memerlukan evakuasi medis maupun barang.
Situasi di lokasi hingga saat ini terus dipantau secara ketat oleh jajaran Sat Samapta dan Polsek Bekasi Utara untuk memastikan keselamatan jiwa masyarakat menjadi prioritas utama.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan kehadiran personel di lapangan bukan sekadar menjalankan tugas, tapi merupakan bentuk empati terhadap warga yang terkena banjir.
"Sesuai arahan Bapak Kapolda, keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi. Sejak debit air meningkat, personel dari jajaran Sabhara, Brimob, hingga Bhabinkamtibmas sudah kami sebar di titik-titik rawan banjir untuk memastikan proses evakuasi berjalan cepat, terutama bagi lansia, anak-anak, dan warga yang sakit," kata Budi Hermanto.
(mea/dhn)


















































