Jakarta -
Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menangkap dua orang kurir narkoba di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dengan penangkapan tersebut, ribuan butir ekstasi gagal beredar.
Penangkapan tersebut dilakukan oleh Unit 5 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, pada Minggu (8/2). Berawal dari adanya informasi masyarakat terkait rencana transaksi narkoba di depan SPBU di Jalan Daan Mogot, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dengan mengirimkan tim ke lokasi. Sesampai di lokasi, polisi mencurigai dua pria yang kemudian diamankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua pria tersebut masing-masing berinisial D dan A. Hasil penggeledahan ditemukan satu bungkus besar berisi 3.000 butir ekstasi dan 2 ponsel alat komunikasi.
"Kami mengamankan dua orang tersangka berinisial D dan A yang selanjutnya akan kami kembangkan lagi jaringan di atasnya," ujar Kanit 5 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Edy Lestari, dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pengungkapan narkoba tersebut merupakan bukti keseriusan jajarannya dalam menindak tegas pelaku narkoba. Menurutnya, pengungkapan ekstasi dalam jumlah besar ini adalah komitmen nyata Polda Metro Jaya untuk memutus rantai jaringan narkoba maupun lokal yang mencoba merusak generasi muda.
"Polda Metro Jaya tidak akan memberikan ruang sekecil apa pun bagi peredaran narkotika di Jakarta. Kami akan terus mengejar hingga ke akar-akarnya, karena setiap butir ekstasi yang kita amankan berarti satu nyawa anak bangsa yang kita selamatkan," kata Budi Hermanto.
Ia juga berharap agar masyarakat berperan aktif dalam upaya pencegahan narkotika. Budi Hermanto meminta masyarakat untuk melapor melalui 110 apabila mengetahui informasi penyalahgunaan narkotika atau gangguan kamtibmas lainnya.
"Melalui kerja keras tim di lapangan dan dukungan laporan dari masyarakat, kami berhasil mengidentifikasi modus operandi baru dalam penyelundupan ekstasi ini. Saat ini penyidik masih melakukan pengembangan untuk memburu bandar utama di atasnya. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungannya, mari kita jadikan Jakarta kota yang 'zero narcotic'," pungkasnya.
(mea/dhn)


















































