Debat Purbaya Vs Trenggono, Komisi IV DPR Minta Komunikasi Kabinet Dibenahi

3 hours ago 4

Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IV DPR, Alex Indra Lukman, menanggapi debat terbuka Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono terkait anggaran pembuatan kapal di media sosial. Alex meminta para menteri membenahi pola komunikasi.

"Yang kita lihat pola komunikasi Pak Purbaya terbuka di mana saja, hanya kali ini ditanggapi oleh Pak Trenggono secara terbuka juga," kata Alex kepada wartawan, Rabu (11/2/2026).

"Tentu kami berharap pola komunikasi di internal kabinet dibenahi sehingga tidak menimbulkan polemik seperti ini," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alex menilai persoalan tersebut bukan pada koordinasi. Namun, menurutnya, ada pada informasi yang tak utuh disampaikan di forum publik.

"Sepertinya ini bukan masalah koordinasi, tetapi informasi yang tidak lengkap dibawa ke dalam sebuah acara publik," ujarnya.

Alex lantas menanggapi peluang reshuffle kabinet di tengah kondisi dua menteri saling sanggah. Ia berharap, jikapun ada reshuffle, dilakukan atas dasar substansi, bukan terkait persoalan di medsos.

"Saya berharap, andai terjadi, reshuffle karena alasan yang substansi demi peningkatan kesejahteraan rakyat, bukan karena hal seperti ini," tuturnya.

Polemik Purbaya vs Trenggono

Sebelumnya diberitakan, Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) Sakti Wahyu Trenggono menjawab tudingan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa soal anggaran kapal yang sudah cair.

Dalam video yang beredar, Purbaya menyebut anggaran kapal dari Kemenkeu sudah cair, tapi industri galangan belum juga menerima pesanan. Trenggono meminta Purbaya mengecek langsung anak buahnya di Kemenkeu soal anggaran tersebut.

"Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, benar nggak itu uang kapal sudah dikucurkan," tanya Trenggono dalam unggahan di Instagram pribadinya @swtrenggono, dilansir detikFinance, Selasa (10/2).

Trenggono menjelaskan proyek pembangunan kapal yang dimaksud sebenarnya didanai anggaran kredit dari Inggris. Dalam catatan detikcom, Indonesia memang berencana membangun 1.500 kapal ikan yang bekerja sama dengan Inggris.

"Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK," tegas Trenggono.

Pernyataan Purbaya disampaikan dalam acara Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia: Mendorong Daya Saing dan Peningkatan Kapasitas Industri Nasional yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Purbaya terlihat heran karena KKP belum juga melakukan pesanan ke industri galangan Tanah Air. Padahal Kemenkeu sudah mengucurkan anggaran pengadaan kapal untuk KKP.

Simak Video 'Purbaya Vs Trenggono soal Anggaran Kapal Sudah Cair':

(amw/dwr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |