Jakarta -
Ketua DPW NasDem DKI Jakarta Wibi Andrino mengusulkan ide guna menyikapi keluhan warga atas lapangan padel di Jakarta yang bising. Wibi mendukung evaluasi lapangan padel yang membuat warga resah.
"Pertama, lakukan penertiban berbasis data. Pemetaan yang sudah dilakukan harus ditindaklanjuti dengan audit perizinan, kesesuaian tata ruang, UKL-UPL, serta kepatuhan terhadap jam operasional dan ambang batas kebisingan," kata Wibi saat dihubungi, Senin (23/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini menegaskan, evaluasi teknis yang detail terhadap lapangan padel di Jakarta harus dilakukan. Pengelola wajib menyertakan sistem peredam suara jika lapangan padel dibangun di dekat permukiman warga.
"Kedua, lakukan evaluasi teknis. Lapangan yang berada dekat permukiman wajib memiliki standar peredam suara, pembatasan jam operasional (tidak sampai larut malam), serta mekanisme pengaduan warga yang jelas dan respons cepat," katanya.
Wibi juga menyarankan adanya peraturan daerah (Perda) khusus yang mengatur pembangungan lapangan padel di Jakarta jika instrumen hukum saat ini masih belum mengakomodasinya. "Perda khusus bisa saja menjadi opsi jika memang ditemukan kekosongan hukum atau banyak celah pengaturan, namun itu perlu kajian mendalam agar tidak berlebihan dan tetap mendukung iklim usaha," jelas Wibi.
Legislator berusia 39 tahun ini mengakui dirinya seorang pemain padel di Jakarta untuk menjaga stamina. Meski demikian, dia mendukung evaluasi yang tengah dilakukan Pemprov Jakarta agar kehadiran lapangan padel tidak mengganggu warga.
"Saya memang kadang main padel juga di Jakarta. Lumayan buat olahraga, jaga stamina, sekalian silaturahmi. Tapi buat saya, ini bukan soal hobi atau tidak," ujar Wibi.
Wibi menegaskan semua pihak harus adil dalam arti olahraga boleh berkembang namun tidak mengganggu kenyamanan warga. "Kalau soal evaluasi izin dari Pemprov, saya prinsipnya setuju kalau memang tujuannya untuk memastikan semuanya sesuai aturan dan tidak merugikan warga sekitar," imbuh dia.
Wacana Jam Operasional
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bakal menyiapkan aturan penertiban jam operasional lapangan padel di sejumlah wilayah Ibu Kota. Kebijakan ini disiapkan menyusul banyaknya keluhan warga soal suara bising dari lapangan padel hingga larut malam.
Pramono mengaku telah menerima laporan dari berbagai lokasi, seperti Haji Nawi, Cilandak, hingga Rawamangun. Ia menyebut ada warga yang merasa sangat terganggu karena aktivitas padel berlangsung sampai malam hari.
"Saya juga mendapatkan laporan berbagai tempat tentang padel ini yang mendapatkan keberatan dari masyarakat. Bahkan ada yang bayinya satu setengah tahun nggak bisa tidur karena malam-malam orang masih berteriak-teriak main padel. Menurut saya juga nggak fair," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (23/2).
(gbr/tor)

















































