Picu Peningkatan Tata Kelola, Kemenbud dan TMII Akan Gelar Penghargaan

2 days ago 7

Jakarta -

Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) memperkuat ekosistem kebudayaan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) melalui kolaborasi dengan pengelola kawasan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penyelenggaraan penghargaan Pradana Nitya Budaya pada 1 Mei 2026 untuk mendorong peningkatan kualitas pengelolaan anjungan daerah sekaligus mempercepat revitalisasi fungsi budaya di TMII.

Hal itu disampaikan dalam diskusi strategis antara Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Direksi PT Bhumi Visatanda Indonesia selaku pengelola TMII di kantor Kementerian Kebudayaan. Dalam pertemuan tersebut, disebutkan bahwa penghargaan yang diberikan pada tahun lalu terbukti membawa dampak pada peningkatan tata kelola, kualitas sumber daya manusia, standar pelayanan, program budaya, pengelolaan fisik bangunan, hingga kolaborasi lintas pihak.

Fadli menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat fungsi anjungan sebagai etalase budaya nasional. Menurutnya, Kementerian Kebudayaan mendorong revitalisasi anjungan daerah agar benar-benar menjadi representasi budaya dari setiap provinsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga menyoroti perlunya reformulasi kebijakan pembiayaan museum agar lebih berkelanjutan. Saat ini, kata dia, pemerintah tengah merumuskan kebijakan terkait sistem tiket museum guna menjaga keberlanjutan operasional.

"Melalui program dana bantuan 'Indonesia Raya', pemerintah turut memberikan dukungan kepada komunitas budaya dan pengelola anjungan untuk mengembangkan program berbasis ruang publik. Bantuan ini bersifat program dan ditujukan untuk kegiatan berkelanjutan, bukan operasional rutin. Pengajuan proposal diharapkan dilakukan secara terstruktur dan terkoordinasi agar mendorong terciptanya program budaya yang berkesinambungan dan berdampak luas bagi masyarakat," ucap Fadli, dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).

Sebagai bagian dari penguatan jangka panjang, Fadli juga menyampaikan rencana pengembangan sumber daya manusia melalui institusi budaya, terutama lewat program pendidikan, termasuk penyusunan kurikulum pascasarjana yang berfokus pada kebudayaan.

"Rencana pembentukan program seni budaya tingkat Magister atau Pascasarjana di Taman Mini Indonesia Indah akan didiskusikan lebih lanjut dengan berkoordinasi bersama lembaga seni budaya," tutup Fadli.

Di sisi lain, Plt. Direktur Utama PT Bhumi Visatanda Indonesia, Ratri Paramita, mengatakan rangkaian persiapan telah dimulai sejak pertengahan Maret. Persiapan itu meliputi sosialisasi, penyusunan materi, serta proses seleksi dan penilaian yang berjalan sejak tahun sebelumnya.

"Berbagai program aktivasi budaya terus digencarkan di kawasan Taman Mini melalui inisiatif 'Pertamanan Kaya Budaya' dan peluncuran program Sampurian dari Jawa Barat," jelasnya.

Ratri menambahkan, sepanjang Maret hingga April berbagai kegiatan telah dan akan digelar, mulai dari instalasi seni, pertunjukan tari dari 34 provinsi, program tiket gratis ICP Nusantara, pertunjukan kecak, immersive room bertema Jakarta, pertunjukan musik, video mapping, hingga program tematik Experience Bali in a Day. Menurutnya, kolaborasi juga dilakukan dengan sejumlah pihak, termasuk Sarinah, untuk mendukung promosi UMKM daerah dan penguatan produksi acara.

Penghargaan Pradana Nitya Budaya diharapkan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga pendorong utama ekosistem budaya di daerah. Kementerian Kebudayaan mendorong setiap anjungan menghadirkan program yang orisinal dan berangkat dari kekuatan budaya masing-masing daerah.

Dalam diskusi itu, Fadli didampingi Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, Staf Ahli Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan Masyithoh Annisa Ramadhani Alkatiri, serta Direktur Sejarah dan Permuseuman Agus Mulyana. Hadir pula jajaran PT Bhumi Visatanda Indonesia, di antaranya Plt Direktur Operasi Dede Noviardi dan Marketing Communication Group Head Duhita Anggraeni.

(prf/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |