Jakarta -
Literasi membaca Al-Qur'an di Indonesia menunjukkan capaian yang positif, namun masih menyisakan ruang penguatan. Survei nasional Indeks Literasi Al-Qur'an yang dirilis Direktorat Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI (2023) mencatat indeks nasional berada di angka 66,04 dalam kategori tinggi.
Meski demikian, laporan yang sama menunjukkan masih terdapat kesenjangan dalam aspek kemampuan membaca sesuai kaidah tajwid dan kelancaran bacaan.
Tantangan ini tidak hanya terjadi pada anak-anak, tetapi juga pada kalangan dewasa yang ingin kembali memperbaiki bacaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjawab kebutuhan tersebut, Kahf menghadirkan IQRO' Redesign Project , penyegaran visual atas buku IQRO' karya KH As'ad Humam, yang selama puluhan tahun menjadi fondasi pembelajaran membaca Al-Qur'an di Indonesia.
Foto: Kahf
Kahf IQRO' Redesign Project diperkenalkan pertama kali di Kahf Ramadan Gathering. Inisiatif ini bukan perubahan metode, melainkan pembaruan pendekatan visual agar lebih relevan dengan konteks masa kini, tanpa mengubah sistem pembelajaran asli yang telah dikenal luas di Indonesia dan Asia Tenggara.
"Kolaborasi ini hadir sebagai ajakan untuk kembali memulai atau melanjutkan perjalanan membaca Al-Qur'an. Kami memahami bahwa banyak orang dewasa yang merasa ragu dan takut di-judge ketika ingin belajar dari awal," ujar Brand Representative Kahf Billy Dharmawan, dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/2/2026).
"Karena itu, kami ingin menghadirkannya dalam format yang lebih kontekstual tanpa mengubah ruh aslinya," sambungnya.
Metode IQRO' yang diperkenalkan pada era 1980-an telah membantu jutaan masyarakat Indonesia mengenal huruf hijaiyah dan membaca a-ba-ta secara sistematis dan praktis.
Dalam proses rebranding ini, Kahf memastikan warisan tersebut tetap terjaga. Khat dengan tulisan tangan asli dipertahankan sebagai elemen grafis utama guna memastikan keaslian dan nilai historisnya tetap utuh.
Edisi ini mengacu pada materi IQRO' Klasikal, sebuah format akselerasi dari jilid 1-6, yang dirancang lebih ringkas dan padat.
Rilisan ini menjadi tahap awal dari pengembangan berkelanjutan yang akan dilanjutkan pada periode berikutnya.
Pengembangan dilakukan Kahf melalui kolaborasi bersama IQRO' Yogyakarta) serta pendampingan materi oleh Balai Litbang LPTQ Nasional Team Tadarus Center (CV Depot IQRO' 'AMM' dan desain oleh ' Brand Consultant 'AMM' Yogyakarta.
"Inisiasi ini memiliki tujuan yang sejalan dengan KH As'ad Humam & IQRO' Center dalam memberantas buta huruf Al-Qur'an, khususnya pada generasi muda. Dengan niat baik tersebut, kami menyambut positif gagasan ini dan berharap semakin banyak orang yang mau terus belajar dan memperbaiki bacaan Al-Qur'an," ujar Creative Representative IQRO' Center Saniko.
Kahf IQRO' Redesign Project mengusung pendekatan desain kontemporer dengan format zine, eksplorasi tipografi dinamis, dan tata letak fleksibel. Namun struktur pengenalan huruf, sistem klasikal pembelajaran, serta kaidah bacaan tetap dipertahankan sesuai metode orisinal.
Foto: Kahf
"Proses dekonstruksi buku IQRO' Klasikal ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Kami menggunakan pendekatan konsep 'type as image' karena Khat asli sudah memiliki karakter yang kuat," kata Brand Designer ' Brand Consultant Ibnu Hafiz Fadhilah.
"Begitu pun pertimbangan penggunaan simbol 3 santri dan foto KH As'ad Humam yang ikonik. Upaya ini dilakukan untuk memadukan dua reinterpretasi sekaligus: modernisasi IQRO' tanpa menghilangkan sisi otentiknya, serta ekspresi desain Kahf yang kontekstual dalam merespons medium baru pengalaman brand," sambungnya.
Konsep ini menegaskan IQRO' bukan sekadar buku untuk anak-anak atau pemula, melainkan sarana pembelajaran sepanjang hayat bagi siapa pun yang ingin terus memperbaiki fondasi membaca Al-Qur'an.
Sebagai bagian dari gerakan 'Bener Bareng' yang mengajak audiens untuk sama-sama menjadi pribadi yang lebih baik di bulan Ramadan, Kahf membawa IQRO' Redesign ke ruang publik dan komunitas, serta memperkenalkannya secara global, dimulai dari Makkah dan Madinah, lalu berlanjut ke London, New York, dan Chiba melalui aktivasi komunitas Muslim setempat.
Langkah ini termasuk misi memperluas semangat literasi Al-Qur'an lintas generasi dan negara. Kehadiran Kahf IQRO' Redesign pada Ramadan tahun ini menandai upaya jangka panjang Kahf dalam memperluas literasi Al-Qur'an secara kontekstual dan inklusif lintas generasi.
Tonton juga video "AI dan Spiritualitas: Bisakah Teknologi Menggantikan Nurani?"
(anl/ega)

















































