Peringati Harkitnas, Menbud Ajak Bangkitkan Kembali Semangat Budi Utomo

10 hours ago 5

Jakarta - Momentum Hari Kebangkitan Nasional merupakan wujud kesadaran berbangsa untuk mengkonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan gerakan nasional. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon dalam upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta.

Dalam pidatonya, Fadli Zon selaku Inspektur Upacara menegaskan bahwa persatuan Indonesia berakar dari mega diversity atau kekayaan budaya di setiap daerahnya. Sebelum masa Kemerdekaan, perbedaan budaya menjadi ancaman yang digunakan penjajah untuk memecah belah Indonesia.

Namun, lanjutnya, setelah tumbuh kesadaran nasional, para tokoh pendiri bangsa dengan gigih merintis kemerdekaan dengan mengubah keberagaman tersebut menjadi kekuatan pemersatu.

"Kini, perbedaan itu menjadi kekuatan yang menyatukan kita sehingga lahir tonggak-tonggak baru yang membangun kebangkitan bangsa. Tentu, tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa saat itu sangatlah beragam, terutama menyatukan kekuatan-kekuatan bangsa yang tercerai-berai oleh politik penjajah yang memecah belah, atau devide et impera," jelas Fadli Zon dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).

Lebih lanjut, Fadli Zon mendorong momen Hari Kebangkitan Nasional untuk meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menjadikan Asta Cita atau visi utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai kompas utama.

Peringatan Harkitnas 2026 menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, seniman, budayawan, hingga generasi muda untuk kembali menyalakan api Budi Utomo dalam setiap lini kehidupan, mulai dari sosial, ekonomi hingga budaya kreatif.

"Di bidang kebudayaan, Kementerian Kebudayaan juga memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia dengan semangat untuk melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina kebudayaan. Sesuai dengan Undang-undang Dasar 1945 Pasal 32 Ayat 1, kita harus menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan untuk mempersatukan bangsa Indonesia menjadi jati diri dan identitas dan kedepannya menjadi bagian dari pengembangan ekonomi budaya," papar Fadli Zon.

Ia turut menegaskan bahwa di tengah dinamika geopolitik yang tidak menentu, seluruh lapisan masyarakat memerlukan persatuan untuk menjaga semangat kebangkitan nasional dan kedaulatan budayanya. Menurutnya Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto senantiasa berkomitmen untuk mewujudkan kedaulatan tersebut melalui program strategis nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan sekolah rakyat dan sekolah Garuda di wilayah afirmasi, perbaikan mutu guru, penyediaan beasiswa, layanan cek kesehatan gratis, hingga Koperasi Merah Putih.

"Program nasional tersebut telah sesuai dengan amanat konstitusi, bahwa masyarakat berhak untuk mendapatkan penghidupan yang layak," lanjut Fadli Zon.

Menutup sambutannya, Fadli Zon berharap Harkitnas ke-118 dapat membawa nilai-nilai semangat dan kekuatan untuk bangkit menuju masa depan Indonesia Kuat.

"Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial dan memajukan kebudayaan nasional kita, memastikan setiap langkah pembangunan yang diambil senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama," tutupnya.

Mengusung tema 'Bangkit dari Sini', upacara Harkitnas ke-118 membuka rangkaian Bulan Kebangkitan dengan ragam program aktivasi budaya. Selepas mengikuti upacara, Fadli turut meresmikan ruang Pameran Meriam Joseph L. Spartz serta meninjau Pameran Science SciArt 8.0: Gelora Api Kebangkitan Nasional.

Sebagai informasi, memeriahkan Harkitnas 2026, Kementerian Kebudayaan RI (Kemenbud) turut mendapatkan tiga anugerah rekor Muri, di antaranya Lukisan Cadas Tertua, Penetapan Cagar Budaya Nasional Terbanyak, serta Pameran Lukisan Tokoh Ilmuwan Terbanyak yang diberikan langsung oleh Wakil Direktur Utama MURI, Osmar Semesta Susilo dan Wakil Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Harkristuti Harkrisnowo.

Turut hadir dalam upacara Harkitnas ke-118, yakni jajaran Eselon I dan Eselon II Kementerian Kebudayaan; tamu kehormatan dan Duta Besar negara sahabat; tokoh budaya, pegiat seni, komunitas, keluarga dan kerabat tokoh kebangsaan, insan museum, akademisi hingga pelajar.

Lihat juga Video: Pakai Baju Adat, Pedagang Pasar Beringharjo Yogya Peringati Harkitnas

(akd/akd)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |