Pemprov Jakarta Impor Sapi dari Australia, Tahap Awal 3.100 Ekor

2 hours ago 1

Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimpor 3.100 ekor sapi dari Australia untuk menjaga pasokan dan menekan inflasi pangan saat Ramadan dan Idul Fitri. Impor ini kembali dilakukan usai terakhir 28 tahun lalu.

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan angka tersebut merupakan tahap awal dari total kuota impor 7.500 ekor sapi. Ia mengatakan langkah ini dilakukan untuk memastikan harga daging tetap stabil di pasaran.

Pramono terima impor sapi dari Australia di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2/2026).Pramono terima impor sapi dari Australia di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2/2026). (Foto: Brigitta Belia/detikcom)

"Hari ini secara resmi Pemprov DKI Jakarta melalui Dharma Jaya mengimpor sapi dari Australia yang per hari ini sudah masuk kurang lebih 3.100 dari 7.500 yang direncanakan," kata Pramono di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramono menyebut impor langsung sapi dari Australia ini menjadi momentum penting karena terakhir dilakukan pada 28 tahun lalu. Menurutnya, kepercayaan dari pemerintah Australia menjadi kunci terealisasinya kebijakan tersebut.

"Kenapa ini sekarang dilakukan setelah 28 tahun? Karena memang selama ini mungkin kita belum dipercaya, tetapi sekarang kita sudah dipercaya untuk bisa mengimport langsung sapi dari Australia," ujarnya.

Pramono meyakini tambahan pasokan sapi tersebut dapat menjaga harga daging tetap terkendali, terutama menjelang Ramadan yang kerap memicu lonjakan harga bahan pokok.

"Maka dengan adanya sapi dari Australia ini saya meyakini bahwa kebutuhan daging terutama untuk di Jakarta mudah-mudahan betul-betul bisa terjaga untuk tidak naik harganya seperti yang selalu kita lakukan untuk menjaga supaya tidak terjadi inflasi," ujarnya.

Selain daging, Pramono mengatakan pihaknya juga memberikan atensi komoditas lain yakni cabai dan beras.

"Faktor inflasi di Jakarta yang utama adalah menyambut Idul Fitri dan Ramadan. Biasanya daging, cabai, dan beras. Mudah-mudahan tiga yang utama ini tidak mengalami kenaikan yang signifikan," jelasnya.

Pramono juga membuka peluang penambahan impor apabila kebutuhan daging masih tinggi. Ia menyebut Pemprov bisa melakukan pemesanan ulang (repeat order) jika diperlukan.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Dharma Jaya menyampaikan saat ini stok daging yang tersedia mencapai 1.000 ton. Selain itu, terdapat sekitar 1.500 ekor sapi di kandang yang disiapkan untuk kebutuhan Ramadan.

Ke depan, Pemprov juga berencana menyiapkan lahan pengelolaan rumput dan penggemukan sapi di Ciangir sebagai strategi jangka menengah. Dengan langkah tersebut, diharapkan kebutuhan daging Jakarta dapat dikelola lebih mandiri oleh Dharma Jaya.

"Kalau memang bisa, saya yakin kebutuhan Jakarta akan bisa dikelola secara langsung oleh Dharma Jaya karena infrastrukturnya sudah ada," tuturnya.

(bel/eva)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |