Bogor -
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai mengerjakan tahapan pembangunan jalan atau trase baru pengganti Jalan Saleh Danasasmita atau akses Stasiun Batu Tulis, Kota Bogor. Lahan yang dibeli dari warga ini mulai diratakan atau cut and fill.
"Pemkot Bogor mulai melakukan pekerjaan cut and fill pada akses jalan rencana pengalihan dari Jalan Saleh Danasasmita yang lahannya telah dibebaskan. Proses awal tersebut meliputi pematangan lahan, pekerjaan cut and fill, serta pengecekan dan penanganan utilitas yang berada di lokasi," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, Selasa (24/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam proses cut and fill, kata Denny, ada sejumlah pohon besar yang akan dicabut dan dipindahkan ke lokasi lain. Di lokasi juga terdapat jaringan utilitas milik PDAM Kota Bogor yang harus dipindahkan.
"Pohon-pohon yang dipangkas akan di-bowling dan diupayakan untuk dipindahkan serta ditanam kembali di jalan R3. Penanganan utilitas ditargetkan selesai dalam waktu satu hingga dua minggu," sebut Denny.
Denny menyebutkan, pembangunan fisik trase baru pengganti Jalan Saleh Danasasmita sepenuhnya akan dilakukan oleh Pemprov Jawa Barat (Jabar). Saat ini, kata Denny, prosesnya masih tahap lelang di Pemprov Jabar.
"Untuk pembangunan fisik masih dalam tahap lelang oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan diharapkan dapat segera rampung," ucap Denny.
"Pembangunan fisik diperkirakan dapat dimulai dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan, karena saat ini masih dalam tahap lelang dan review perencanaan. Diharapkan proses ini berjalan cepat, sehingga hasilnya dapat segera dinikmati masyarakat Kota Bogor yang terdampak," imbuhnya.
Untuk diketahui, Jalan Saleh Danasasmita, yang menjadi akses utama menuju Stasiun Batu Tulis dan jalur alternatif menuju Sukabumi, amblas pada awal Maret 2025. Sejak kejadian itu, kendaraan roda empat menuju kawasan tengah Kota Bogor dialihkan melalui akses alternatif melalui kawasan permukiman hingga perumahan.
Pemkot Bogor kemudian membuat keputusan penggantian Jalan Saleh Danasasmita, karena jalur tersebut amblas dan longsor secara berulang, sehingga membahayakan pengguna jalan. Dibutuhkan dana Rp 26 miliar untuk pembangunan jalan baru tersebut.
Lihat juga Video: Inisiatif Warga Kulon Progo Bangun Jalan Darurat Pakai Dana Pribadi
(sol/fca)
















































