Bogor -
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menanggapi tuntutan massa demo sopir angkutan kota (angkot) terkait kebijakan usia kendaraan. Menurutnya, sejauh ini pemerintah sudah bertindak merazia angkot tua sesuai dengan aturan yang ada.
"Ini aksi unjuk rasa dari pengemudi angkutan se-Kota Bogor. Mereka melakukan penolakan atas upaya Pemkot dalam penegakkan Perda 2013, 2019, 2023. Mereka minta kelonggaran ada penambahan. Perda ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu dan harus kita patuhi," kata Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, Kamis (22/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak 2023, pemerintah menurutnya telah memberikan tenggat waktu 2 tahun hingga 2025. Namun karena mulai terdampak, sopir angkot akhirnya menggelar demo.
"Dishub bersama Pemkot tentu memikirkan rencana koridor baru dengan syarat yang terdampak semua ikut dulu aturannya menyerahkan dokumen kelengkapan habis masanya 20 tahun. Setelah itu aturan kita tata ulang oleh Perwali (Peraturan Wali Kota)," ungkapnya.
Dia menyoroti demo yang sempat menutup jalan dan terjadi kericuhan. Sehingga untuk sementara, razia terhadap angkot tua disetop oleh pihaknya.
"Karena situasi tidak kondusif dan jalan ada yang ditutup, mereka meminta kita atur perwali tapi minta razia di jalan dihentikan dulu," imbuhnya.
"Saya minta izin Pak Wali, karena SOP Kadishub sudah dijalankan sesuai dengan tupoksi. Kemungkinan razia dihentikan dulu sampai perwali selesai," tambah dia.
Tuntutan Massa
Sebelumnya, sejumlah sopir angkutan kota (angkot) menggeruduk Balai Kota Bogor, Jawa Barat. Mereka menggelar demonstrasi terkait kebijakan usia angkot yang akan dihapuskan.
"Kita minta kebijakan penghapusan angkot tua itu tidak usah. Kalau dihapus, anak istri kita mau makan apa? Kalau memang mau dihapus kasih kami pekerjaan yang layak," kata Ganda selaku koordinator aksi massa.
Angkot dari berbagai trayek datang untuk menggelar demo di Balai Kota. Mereka menggunakan mobil komando dan berorasi di depan gedung.
"Tidak semua sopir angkot bisa jadi sopir BisKita. BisKita cuma itungan jari. Sedangkan kami sopir angkot semua ada ratusan orang sampai ribuan. Tidak mungkin biskita hanya menampung sopir angkot semua sampai ribuan," bebernya.
Lihat juga Video: Kisah Dani, Sopir Angkot Cianjur yang Gratiskan Ongkos Siswa SD
(rdh/maa)

















































