Pelayanan Humanis di DPR, Polda Metro Bagikan Air Mineral ke Massa Guru

3 hours ago 4

Jakarta -

Polda Metro Jaya dan jajaran Polres Metro Jakarta Pusat turun memberikan pelayanan humanis kepada massa Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) yang berunjuk rasa di depan gedung DPR. Polisi membagikan air mineral.

Di tengah cuaca yang cukup panas, Rabu (11/2/2026) siang ini, sejumlah polisi turun menyapa para guru. Polisi membawa kotak berisi air mineral dan roti kepada para peserta aksi.

Pelayanan humanis ini disambut baik oleh peserta aksi. Mereka menyampaikan terima kasih kepada polisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga pukul 11.38 WIB, massa guru masih berkumpul di depan gedung DPR. Lalu lintas masih terpantau ramai lancar tanpa penutupan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pelayanan humanis ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam menjamin kenyamanan para peserta aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI. Menurutnya, pembagian air mineral dan roti tersebut dilakukan untuk mendinginkan suasana serta memastikan kebutuhan dasar massa tetap terpenuhi selama menyampaikan aspirasi di bawah terik matahari.

"Kita ingin menunjukkan bahwa kehadiran petugas di lapangan bukan hanya untuk pengamanan, tetapi juga untuk melayani dan merangkul masyarakat. Dengan berbagi makanan dan minuman, kami berharap terjalin komunikasi yang baik sehingga aksi dapat berjalan tertib, damai, dan penuh semangat persaudaraan," kata Budi Hermanto.

1.060 Personel Polisi Kawal Aksi

Polres Metro Jakarta Pusat menurunkan 1.060 personel untuk mengamankan unjuk rasa PGM Indonesia di depan gedung MPR/DPR RI. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung menekankan pengamanan dilakukan secara humanis.

"Seluruh personel harus utamakan pendekatan persuasif, dialogis dan humanis," kata Kombes Reynold, dilansir Antara.

Ia menjelaskan personel sebanyak itu merupakan gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta jajaran polsek untuk mengamankan agar penyampaian pendapat di muka umum itu berjalan aman, tertib, dan kondusif. Personel tidak dibekali senjata api sehingga diharapkan selalu mengedepankan pendekatan humanis serta profesional.

Ia menegaskan kehadiran aparat semata-mata untuk melayani masyarakat serta menjamin hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan aspirasi secara damai.

"Personel tidak membawa senjata api dan diperintahkan untuk selalu mengedepankan sikap humanis, persuasif dan profesional," ujarnya.

Ia mengimbau para orator dan peserta aksi agar tetap tertib, tidak memprovokasi massa lain, tidak menutup jalan umum, serta tidak melakukan tindakan anarkis seperti membakar ban bekas atau merusak fasilitas umum. Sementara rekayasa lalu lintas bersifat situasional disesuaikan dengan eskalasi massa.

(mea/dhn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |