PDIP: Idealnya di DPR Diisi 5 atau 6 Fraksi, Perlu Simulasi

4 days ago 5
Jakarta -

Ketum Partai NasDem Surya Paloh mengusulkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) di angka 7 persen. Menanggapi itu, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo mengatakan kenaikan PT perlu dipertimbangkan untuk menyederhanakan jumlah fraksi di parlemen.

"Menaikkan parliamentary threshold (PT) perlu dipertimbangkan untuk lebih menyederhanakan jumlah partai yang masuk ke parlemen agar lebih selektif," kata Andreas kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).

Menurut Andreas, dengan jumlah partai yang lebih sedikit, fraksi-fraksi di DPR dapat memiliki kekuatan keanggotaan yang memadai. Terlebih, kata dia, tak ada lagi rangkap jabatan anggota DPR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini tentu dimaksudkan agar partai yang masuk ke parlemen dengan jumlah keanggotaan yang memadai, sehingga siap untuk mengisi alat-alat kelengkapan DPR RI," ujarnya.

Andreas menjelaskan kondisi saat ini kerap membuat anggota DPR harus merangkap di beberapa alat kelengkapan Dewan (AKD) lantaran keterbatasan jumlah anggota fraksi. Hal itu, kata dia, dapat mengurangi fokus dalam menjalankan tugas konstitusional.

"Sehingga tidak terjadi rangkap pengisian AKD oleh seorang anggota di beberapa AKD, yang menyebabkan anggota tidak fokus dalam menjalankan tugas-tugas konstitusionalnya," paparnya.

"Idealnya di DPR diisi 5 atau 6 fraksi sehingga perlu dilakukan simulasi. Menaikkan PT perlu menjadi pertimbangan, di samping tentu persyaratan untuk membentuk partai baru juga lebih selektif dengan berpegang pada peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh UU Pemilu dan turunannya pada peraturan KPU," sambungnya.

Andreas mengatakan besarnya ambang batas parlemen sebaiknya tak diputuskan secara sepihak. Namun disimulasikan terlebih dahulu.

"Soal angka sebaiknya disimulasikan dulu. Bisa sama, bisa lebih atau sedikit kurang dari 7 persen. Tetapi idealnya memang 5 paling banyak 6 partai. Soal suara rakyat, tidak ada istilah dan akan terbuang, rakyat tetap bisa menyalurkan suaranya melalui partai-partai yang masuk PT," imbuh dia.

Surya Paloh sebelumnya menyebut NasDem akan tetap konsisten mendorong agar ambang batas parlemen ditingkatkan menjadi 7 persen. Paloh menilai ambang batas 7 persen jauh lebih efektif.

"Saya pikir biasanya NasDem itu harusnya tetap konsisten saja di situ. Kecuali ada perubahan-perubahan yang berarti sekali ya. Bagaimanapun juga, kita memang, NasDem berpikir, sejujurnya, dari sistem multipartai, kalau bisa kita berubah menjadi selected party, itu jauh lebih efektif. Untuk menjaga stabilitas pemerintahan maupun juga bagi implementasi hasil manfaat kebebasan demokrasi yang kita miliki," ujar Surya Paloh di NasDem Tower, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2).

Paloh kemudian menyinggung banyaknya partai politik. Paloh mempertanyakan untuk apa demokrasi kalau tidak membawa kemanfaatan.

"Jadi agak bisa jadi perenungan bagi kita. Kita terlalu gembira dengan banyaknya seluruh partai-partai politik untuk dan atas nama kepentingan demokrasi itu sendiri. Tapi di sisi lain, untuk apa demokrasi kalau tidak membawa azas manfaat dan konsistensi kita menuju arah cita-cita kemerdekaan yang kita miliki. Kemampuan, efektivitas, daya nalar, intelektualitas, dan moralitas itu harus bergerak jauh lebih mendekati dan lebih mendekati ke arah tujuan kita bersama," ujarnya.

Tonton juga video "PDIP soal Viral Rumah Jokowi Jadi 'Tembok Ratapan Solo'"

(amw/rfs)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |