Panglima TNI Ikut Rapat di DPR, Imbau Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

2 hours ago 3

Jakarta -

Pimpinan DPR menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah hari ini. Rapat tersebut membahas isu-isu strategis.

Rapat tersebut digelar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026). Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Hadir dalam rapat itu, pimpinan Komisi I DPR, pimpinan Komisi III DPR, Mensesneg Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Panglima mengatakan rapat itu membahas isu-isu strategis. Dia mengimbau masyarakat untuk tak mudah terprovokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi tadi membahas tentang isu-isu strategis. Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah terprovokasi oleh beredarnya berita-berita di media sosial yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, yang menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat," kata Agus usai rapat.

Dia meminta masyarakat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Pihaknya akan terus melakukan patroli di sejumlah wilayah untuk mengamankan masyarakat.

"Saya mengimbau kepada masyarakat agar tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa dan TNI sudah dan akan terus melaksanakan patroli di wilayah-wilayah untuk mengamankan masyarakat dan membuat rasa aman di masyarakat," paparnya.

Terlebih, dia mengatakan Indonesia akan segera merayakan hari kemerdekaan. Dia menegaskan bertanggung jawab atas keamanan masyarakat di seluruh Indonesia.

"Apalagi nanti akan kita merayakan HUT Kemerdekaan, mari kita sambut dengan bergembira perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, dan saya bertanggung jawab atas keamanan masyarakat di wilayah di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Panglima mengatakan pihaknya juga akan menurunkan personel saat HUT Kemerdekaan. Selain itu, juga berkoordinasi dengan Polri terkait keamanan.

"Iya, jadi kita juga berkoordinasi dengan kepolisian dan elemen masyarakat lainnya supaya dalam pelaksanaan kegiatan pengamanannya bisa berkolaborasilah," ujarnya.

"Jadi tiap wilayah kita siapkan pengamanan, tentunya secara SOP kita membantu kepolisian," sambungnya.

Lebih lanjut, dia menanggapi informasi yang beredar secara masif yang berkaitan dengan institusi TNI. Dia kembali meminta masyarakat tak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya

"Ya banyak ya, tentang TNI dan sebagainya. Jadi berita itu kan beredar sangat masif dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Jadi sekali lagi saya menghimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang beredar yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya," tuturnya.

(yld/gbr)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |