Paloh Ungkap NasDem Konsisten Usul Ambang Batas Parlemen 7%, Ini Alasannya

2 hours ago 1

Jakarta -

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut NasDem akan tetap konsisten mendorong agar ambang batas parlemen (parliamentary threshold) ditingkatkan menjadi 7%. Paloh menilai ambang batas 7% jauh lebih efektif.

"Saya pikir biasanya NasDem itu harusnya tetap konsisten aja di situ. Kecuali ada perubahan-perubahan yang berarti sekali ya. Bagaimanapun juga kita memang, NasDem berpikir, sejujurnya, dari sistem multi-partai, kalau bisa kita berubah menjadi selected party, itu jauh lebih efektif. Untuk menjaga stabilitas pemerintahan, maupun juga bagi implementasi hasil manfaat kebebasan demokrasi yang kita miliki," ujar Surya Paloh di NasDem Tower, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Paloh kemudian menyinggung banyaknya partai politik. Paloh mempertanyakan untuk apa demokrasi kalau tidak membawa kemanfaatan.

"Jadi agak bisa jadi perenungan bagi kita. Kita terlalu gembira dengan banyaknya seluruh partai-partai politik untuk dan atas nama kepentingan demokrasi itu sendiri. Tapi di sisi lain, untuk apa demokrasi kalau tidak membawa azas manfaat dan konsistensi kita menuju arah cita-cita kemerdekaan yang kita miliki. Kemampuan, efektivitas, daya nalar, intelektualitas, dan moralitas itu harus bergerak jauh lebih mendekati dan lebih mendekati ke arah tujuan kita bersama," ujarnya.

Paloh mengatakan peran yang harus dijalankan partai politik ialah untuk membangun kesadaran masyarakat. Dia mengatakan ada kebebasan tetapi juga ada tanggung jawab.

"Kalau itu dia berhenti di tempat, apalagi setback, mundur ke belakang, kebebasan hanya untuk sekadar kebebasan, nah ini kesedihan bagi kita semuanya. Kita melihat kulit luar, itu jauh lebih penting, sebuah pencitraan jauh lebih hebat dibandingkan esensi soul, otentiknya yang kita miliki. Nah tinggal pilihan-pilihan bagi kita," ujar Paloh.

"Tapi jangan lupa, posisi dan peran yang harus dijalankan oleh institusi partai politik adalah terus-menerus untuk membangun kesadaran masyarakat. Ada kebebasan, tapi juga ada tanggung jawab," imbuhnya.

Paloh mengatakan Indonesia membutuhkan keseimbangan antara hak dan kewajiban. Dia mengingatkan pentingnya hadirnya suri keteladanan yakni sebandingnya ucapan dengan perbuatan.

"Di situlah pentingnya kehadiran suri keteladanan. Siapa saja yang berani berbicara dan mengutarakan pikiran-pikirannya yang hebat, itu harus disertain juga dengan nilai keteladanan yang ada pada dirinya. Ucapan yang sebanding juga dengan perbuatan. Ada konsistensi di sana. Bangsa ini butuh itu. Kalau enggak kita terjebak pada seluruh kepura-puraan terus-menerus dari waktu ke waktu," ujarnya.

(mib/lir)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |