Pakar Bicara 2 Skenario Terkait Peluang AS Serang Iran Akhir Pekan Ini

1 week ago 15

Jakarta -

Amerika Serikat (AS) disebut-sebut telah siap melakukan serangan ke Iran asal ada titah dari Presiden Donald Trump. Serangan itu digadang-gadang berpotensi dilakukan akhir pekan ini.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, memprediksi potensi AS benar-benar menyerang Iran. Dia berbicara dua kemungkinan.

"Sampai detik ini menurut saya masih ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, serangan ditunda karena kalau disebutkan Sabtu akan diserang itu sebagai gertakan Trump agar Iran segera menyepakati apa yANg dinegosiasi antara AS dengan Iran," kata Hikmahanto kepada wartawan, Jumat (20/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin AS menganggap Iran mengulur-ulur untuk sampai pada kesepakatan," tambahnya.

Lalu, kemungkinan kedua, katanya, Trump memang bisa memerintahkan serangan. Salah satu contoh nyatanya yakni adanya pesawat militer Rusia di Iran yang siap membalas serangan AS.

"Kemungkinan kedua memang Trump akan lakukan serangan. Bila ini terjadi, Iran sudah menyiapkan diri. Bahkan sejumlah pesawat militer Rusia sudag datang ke Iran. Sepertinya Rusia akan mendukung Iran," katanya.

"Bila ini terjadi perang akan meluas. Bukannya tidak mungkin Iran akan menyerang Israel karena tahu kelemahan AS ada di Israel," tambahnya.

Lebih lanjut, jika hal tersebut hanya bagian dari gertakan dari Trump, menurut Hikmahanto hal itu memang sudah ciri-ciri dari Trump.

"Kalau kemungkinan pertama maka ini menjadi pukulan pada Trump. Karena di AS Trump disebut sebagai TACO atau Trump Always Chicken Out (Trump akan Takut dengan Keputusannya)," katanya.

Sebelumnya, pengerahan militer Amerika Serikat (AS) secara besar-besaran di kawasan Timur Tengah, yang mencakup kapal perang, jet tempur, dan pesawat pengisi bahan bakar, dinilai meletakkan dasar bagi potensi serangan berkelanjutan terhadap Iran, jika Presiden Donald Trump memberi perintah.

Trump, yang memerintahkan serangan terhadap Iran tahun lalu, telah berulang kali mengancam Teheran dengan tindakan militer jika perundingan yang sedang berlangsung tidak mencapai kesepakatan pengganti untuk perjanjian nuklir yang dibatalkan Presiden AS itu sendiri pada tahun 2018 lalu.

Laporan media-media terkemuka AS, seperti CNN dan CBS, seperti dilansir AFP, Kamis (19/2/2026), menyebut bahwa militer AS akan siap melancarkan serangan terhadap Iran paling cepat pada akhir pekan ini, meskipun Trump belum membuat keputusan akhir.

Gedung Putih, menurut sejumlah sumber yang dikutip CNN, telah diberi pengarahan bahwa militer dapat siap melancarkan serangan pada akhir pekan, setelah peningkatan signifikan dalam pengerahan aset-aset angkatan udara dan angkatan laut di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir.

(azh/ygs)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |